Meski Sudah Tidak Wajib, Jemaah Umrah Diminta Tak Sepelekan Vaksin Meningitis

Meski Sudah Tidak Wajib, Jemaah Umrah Diminta Tak Sepelekan Vaksin Meningitis, Ini Resiko Terberatnya, Syarat wajib vaksin meningitis bagi jemaah umrah memang telah dicabut, baik oleh pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.

Meski begitu, jemaah umrah diminta untuk tidak menyepelekan vaksin meningitis, karena resiko terberat yang bisa ditimbulkan akibat serangan virus meningitis adalah kelumpuhan.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji, Liliek Marhaendro Susilo, virus meningitis menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang, daerah yang sangat peka, yang mengendalikan seluruh fungsi tubuh.

“Ini bisa menyebabkan kelumpuhan. Dan perawatan nya pun sangat repot. Semoga kita tidak terkena virus semacam itu,” ujar Liliek di Podcast HIMPUH yang disiarkan secara langsung pada Selasa (19/9/2023) melalui Channel YouTube Himpuh TV.

Sama seperti Covid-19, virus meningitis pun dapat menyebar lewat droplet atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung maupun dari mulut.

“Kalau kita kembali dari Tanah Suci dan ternyata membawa pulang virus itu ke rumah bisa sangat bahaya. Dia seperti Covid-19, menyebar dari droplet,” ucap Liliek.

Di tempat yang sama, Sekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik meminta para pimpinan PPIU untuk selalu memberikan edukasi kepada jemaah agar mencegah penularan virus meningitis dengan melakukan vaksin.

Baca juga : Syarat Umroh 2023

“Karena kalau [jemaah] kita terkena virus ini maka kita juga sebagai penyelenggara yang bertanggung jawab dunia akhirat. Alhamdulillah Pak Kapuskes Haji juga sudah mengkonfirmasi bahwa stok vaksin saat ini aman. Jemaah bisa melakukan vaksin meningitis di KKP maupun di fasilitas layanan kesehatan lainnya,” tukas Firman.

Sumber : Himpuh