Miqat Umroh: Pengertian, Lokasi, dan Kapan Harus Berniat
17 October 2026 4x Uncategorized

Miqat Umroh menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah karena berkaitan dengan tempat dan waktu dimulainya ihram. Sebelum melaksanakan ibadah umroh, setiap jamaah perlu memahami apa itu miqat dan kapan harus memulai niat ihram.
Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat umroh, memahami miqat sejak sebelum keberangkatan dapat membantu ibadah berjalan lebih tertib dan sesuai tuntunan.
Apa Itu Miqat Umroh?
Miqat adalah batas yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji atau umroh. Dalam pelaksanaannya, miqat berkaitan dengan tempat dan waktu, sedangkan miqat makani merupakan batas tempat untuk memulai ihram.
Ketika mencapai miqat, jamaah yang hendak melaksanakan umroh harus memulai ihram dengan niat umroh sebelum melewati batas tersebut.
Karena itu, jamaah sebaiknya memahami lokasi miqat sesuai rute perjalanan agar tidak terlambat berniat.
5 Lokasi Miqat yang Perlu Diketahui
Terdapat lima miqat makani yang dikenal dalam tuntunan ibadah haji dan umroh, yaitu:
- Dzulhulaifah (Bir Ali) — miqat bagi penduduk Madinah dan jamaah yang melewati jalur tersebut. Lokasi ini biasa digunakan jamaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah.
- Al-Juhfah — miqat bagi penduduk Syam dan wilayah terkait yang melewati jalur tersebut. Rabigh dikenal sebagai lokasi yang digunakan sebagai alternatif miqat di kawasan ini.
- Qarnul Manazil — miqat bagi penduduk Najd dan orang yang melewati jalurnya.
- Yalamlam — miqat bagi penduduk Yaman dan orang yang melewati jalurnya. Lokasi ini relevan bagi jamaah yang datang dari arah selatan, termasuk jalur penerbangan tertentu.
- Dzatu Irqin — miqat bagi penduduk Irak dan orang yang melewati jalurnya.
Kelima lokasi tersebut ditetapkan berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Jamaah perlu mengikuti miqat yang sesuai dengan arah kedatangan dan perjalanan masing-masing.
Kapan Jamaah Harus Berniat Umroh?
Jamaah harus berniat ihram sebelum melewati miqat yang berlaku bagi rute perjalanannya.
Bagi jamaah Indonesia yang berangkat langsung menuju Jeddah atau Makkah menggunakan pesawat, miqat dapat berada di jalur penerbangan, saat pesawat melintasi posisi yang sejajar dengan miqat. Karena itu, jamaah perlu mengikuti arahan pembimbing dan informasi dari pihak penerbangan atau penyelenggara perjalanan.
Sementara itu, jamaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah umumnya mengambil miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan.
Penting untuk diingat, niat ihram tidak boleh ditunda sampai tiba di hotel atau Masjidil Haram apabila miqat sudah dilewati. Persiapan pakaian ihram dan kebutuhan lainnya sebaiknya dilakukan sebelum mencapai batas miqat.
Bagaimana Tata Cara Mengambil Miqat Umroh?
Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah yang dapat dipersiapkan jamaah:
- Mempersiapkan diri sebelum miqat. Jamaah dapat mandi, merapikan diri, dan menyiapkan pakaian ihram sebelum mencapai batas miqat.
- Mengenakan pakaian ihram. Laki-laki menggunakan dua helai kain ihram, sedangkan perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat.
- Berniat umroh. Saat tiba di miqat atau sebelum melewatinya, jamaah berniat memulai ibadah umroh. Bacaan yang umum digunakan adalah “Labbaika Allahumma ‘Umratan.”
- Membaca talbiyah. Setelah berniat, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Makkah sesuai tuntunan.
- Menjaga larangan ihram. Setelah memasuki keadaan ihram, jamaah wajib memperhatikan larangan-larangan ihram hingga tahalul.
Salat sunnah sebelum ihram dapat dilakukan jika memungkinkan, tetapi bukan syarat sah ihram. Jamaah tidak perlu memaksakan diri apabila situasi atau kondisi perjalanan tidak memungkinkan.
Apa yang Terjadi Jika Melewati Miqat Tanpa Berniat?
Jamaah yang melewati miqat tanpa ihram perlu segera meminta arahan pembimbing ibadah. Ketentuan yang berlaku dapat bergantung pada keadaan jamaah, apakah sudah berniat, apakah memungkinkan kembali ke miqat, dan ketentuan fikih yang diikuti.
Karena konsekuensinya dapat berkaitan dengan kewajiban dam dalam keadaan tertentu, jangan mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi yang belum jelas. Segera konsultasikan kepada pembimbing ibadah atau ahli fikih yang kompeten.
Kesimpulan
Miqat merupakan hal penting yang perlu dipahami sebelum melaksanakan ibadah umroh. Jamaah perlu mengetahui lokasi miqat sesuai rute perjalanan, mempersiapkan pakaian ihram, serta berniat sebelum melewati batas yang berlaku.
Dengan memahami ketentuan miqat sejak awal, jamaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan terarah.
Persiapkan perjalanan umroh Anda bersama Samira Travel. Pelajari informasi paket, jadwal keberangkatan, serta program manasik yang tersedia agar Anda lebih siap menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Hubungi Samira Travel untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan paket, persiapan ibadah, dan pendampingan perjalanan sesuai layanan yang tersedia.
👉 Lihat Pilihan Paket Umroh Samira Travel:
https://www.samiratravel.co.id/kategori/umroh-reguler/
💬 Butuh bantuan memilih paket yang sesuai?
Konsultasi Sekarang via WhatsApp
Samira Travel — Sahabat Umroh & Haji untuk Keluarga Anda.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Samira Travel Berangkatkan 375 Jamaah Umroh dari Bandara Kertajati
Bandara Kertajati di Majalengka kembali melayani dan melepas keberangkatan jemaah umrah. Sebanyak 375 jemaah Samira Travel berangkat dari Bandara Kertajati menuju Madinah (Arab Saudi). CEO dan Founder Samira Travel Fauzi Wahyu Muntoro, mengatakan, sebanyak 375 jamaah umroh berasal dari Jawa Barat, seperti Kawarang, Purwakarta, Bandung dan Jawa Tengah bagian ... selengkapnya
Tips Menjaga Kesehatan Saat Umroh agar Tetap Fit
Menjaga kesehatan saat umroh adalah salah satu hal penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman selama berada di Tanah Suci. Umroh membutuhkan aktivitas fisik yang cukup banyak, mulai dari berjalan kaki, beribadah, hingga berpindah tempat. Karena itu, menjaga stamina selama perjalanan penting agar tubuh tetap fit dan jamaah dapat lebih fokus be... selengkapnya
Indonesia Tawarkan Investasi Bandara Haji dan Umrah ke Arab Saudi
Indonesia Tawarkan Investasi Bandara Haji dan Umrah ke Arab Saudi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Port Projects Management & Development Co. Ltd (PPMDC) Adnan M.T Al-Saggaf, dalam kunjungan kerjanya ke Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (2/12). Dalam pertemuan tersebut, Menhub menawarkan kepada PPMDC pe... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com






Belum ada komentar