Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Uncategorized » Miqat Umroh: Pengertian, Lokasi, dan Kapan Harus Berniat
Miqat Umroh Samira Travel

Miqat Umroh menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah karena berkaitan dengan tempat dan waktu dimulainya ihram. Sebelum melaksanakan ibadah umroh, setiap jamaah perlu memahami apa itu miqat dan kapan harus memulai niat ihram.

Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat umroh, memahami miqat sejak sebelum keberangkatan dapat membantu ibadah berjalan lebih tertib dan sesuai tuntunan.

Apa Itu Miqat Umroh?

Miqat adalah batas yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji atau umroh. Dalam pelaksanaannya, miqat berkaitan dengan tempat dan waktu, sedangkan miqat makani merupakan batas tempat untuk memulai ihram.

Ketika mencapai miqat, jamaah yang hendak melaksanakan umroh harus memulai ihram dengan niat umroh sebelum melewati batas tersebut.

Karena itu, jamaah sebaiknya memahami lokasi miqat sesuai rute perjalanan agar tidak terlambat berniat.

5 Lokasi Miqat yang Perlu Diketahui

Terdapat lima miqat makani yang dikenal dalam tuntunan ibadah haji dan umroh, yaitu:

  1. Dzulhulaifah (Bir Ali) — miqat bagi penduduk Madinah dan jamaah yang melewati jalur tersebut. Lokasi ini biasa digunakan jamaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah.
  2. Al-Juhfah — miqat bagi penduduk Syam dan wilayah terkait yang melewati jalur tersebut. Rabigh dikenal sebagai lokasi yang digunakan sebagai alternatif miqat di kawasan ini.
  3. Qarnul Manazil — miqat bagi penduduk Najd dan orang yang melewati jalurnya.
  4. Yalamlam — miqat bagi penduduk Yaman dan orang yang melewati jalurnya. Lokasi ini relevan bagi jamaah yang datang dari arah selatan, termasuk jalur penerbangan tertentu.
  5. Dzatu Irqin — miqat bagi penduduk Irak dan orang yang melewati jalurnya.

Kelima lokasi tersebut ditetapkan berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Jamaah perlu mengikuti miqat yang sesuai dengan arah kedatangan dan perjalanan masing-masing.

Kapan Jamaah Harus Berniat Umroh?

Jamaah harus berniat ihram sebelum melewati miqat yang berlaku bagi rute perjalanannya.

Bagi jamaah Indonesia yang berangkat langsung menuju Jeddah atau Makkah menggunakan pesawat, miqat dapat berada di jalur penerbangan, saat pesawat melintasi posisi yang sejajar dengan miqat. Karena itu, jamaah perlu mengikuti arahan pembimbing dan informasi dari pihak penerbangan atau penyelenggara perjalanan.

Sementara itu, jamaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah umumnya mengambil miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan.

Penting untuk diingat, niat ihram tidak boleh ditunda sampai tiba di hotel atau Masjidil Haram apabila miqat sudah dilewati. Persiapan pakaian ihram dan kebutuhan lainnya sebaiknya dilakukan sebelum mencapai batas miqat.

Bagaimana Tata Cara Mengambil Miqat Umroh?

Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah yang dapat dipersiapkan jamaah:

  1. Mempersiapkan diri sebelum miqat. Jamaah dapat mandi, merapikan diri, dan menyiapkan pakaian ihram sebelum mencapai batas miqat.
  2. Mengenakan pakaian ihram. Laki-laki menggunakan dua helai kain ihram, sedangkan perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat.
  3. Berniat umroh. Saat tiba di miqat atau sebelum melewatinya, jamaah berniat memulai ibadah umroh. Bacaan yang umum digunakan adalah “Labbaika Allahumma ‘Umratan.”
  4. Membaca talbiyah. Setelah berniat, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Makkah sesuai tuntunan.
  5. Menjaga larangan ihram. Setelah memasuki keadaan ihram, jamaah wajib memperhatikan larangan-larangan ihram hingga tahalul.

Salat sunnah sebelum ihram dapat dilakukan jika memungkinkan, tetapi bukan syarat sah ihram. Jamaah tidak perlu memaksakan diri apabila situasi atau kondisi perjalanan tidak memungkinkan.

Apa yang Terjadi Jika Melewati Miqat Tanpa Berniat?

Jamaah yang melewati miqat tanpa ihram perlu segera meminta arahan pembimbing ibadah. Ketentuan yang berlaku dapat bergantung pada keadaan jamaah, apakah sudah berniat, apakah memungkinkan kembali ke miqat, dan ketentuan fikih yang diikuti.

Karena konsekuensinya dapat berkaitan dengan kewajiban dam dalam keadaan tertentu, jangan mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi yang belum jelas. Segera konsultasikan kepada pembimbing ibadah atau ahli fikih yang kompeten.

Kesimpulan

Miqat merupakan hal penting yang perlu dipahami sebelum melaksanakan ibadah umroh. Jamaah perlu mengetahui lokasi miqat sesuai rute perjalanan, mempersiapkan pakaian ihram, serta berniat sebelum melewati batas yang berlaku.

Dengan memahami ketentuan miqat sejak awal, jamaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan terarah.

Persiapkan perjalanan umroh Anda bersama Samira Travel. Pelajari informasi paket, jadwal keberangkatan, serta program manasik yang tersedia agar Anda lebih siap menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Hubungi Samira Travel untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan paket, persiapan ibadah, dan pendampingan perjalanan sesuai layanan yang tersedia.

👉 Lihat Pilihan Paket Umroh Samira Travel:
https://www.samiratravel.co.id/kategori/umroh-reguler/

💬 Butuh bantuan memilih paket yang sesuai?
Konsultasi Sekarang via WhatsApp

Samira Travel — Sahabat Umroh & Haji untuk Keluarga Anda.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Kesehatan Haji 2024

Jemaah Telah Penuhi Istithaah Kesehatan Haji 2024

22 January 2024 136x Artikel, Info Samira

Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi jemaah reguler dibuka sejak 10 Januari 2024. Jemaah harus memenuhi syarat istitha’ah kesehatan sebelum melakukan pelunasan. Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie mengatakan, jemaah haji reguler yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan hampir 50% dar... selengkapnya

tertib

Menhaj Saudi Sebut Jemaah Indonesia Paling Tertib dan Taat Aturan

21 January 2025 103x Artikel, Blog, Info Saudi, Tips Umroh

Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi Indonesia karena memiliki jemaah haji paling rapi, tertib, dan taat aturan. Kabar ini disampaikan Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i, setibanya di Indonesia usai melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Menurut Wamenag, apresiasi tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al- Rabiah.... selengkapnya

Makin Mentereng, Saudia Airlines Tampil Baru

Makin Mentereng, Saudia Airlines Tampil dengan Warna dan Logo Baru

2 October 2023 655x Artikel, Blog, Info Samira, Tips Umroh

Maskapai Saudia Airlines memperkenalkan sebuah logo dan warna baru, yang akan menghiasi pesawat kebanggaan milik Kerajaan Arab Saudi tersebut, pada Sabtu (30/9/2023) di Jeddah. Waktu peluncuran warna dan logo baru ini dipilih pada 30 September untuk memperingati momen penerbangan pertama mending Raja Abdulaziz dengan Pesawat DC-3 “Saudia” dari Afif ke Ta... selengkapnya

Bank Permata Syariah

Bank Permata Syariah

Rekening Bank Permata PT Samira Ali Wisata

No rek : 1810717676 (IDR)

No rek : 1810827676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank BSI

Bank Syariah Indonesia

No rek : 1976076766 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Mandiri

Mandiri

Rekening Mandiri PT Samira Ali Wisata

Mandiri

No rek : 1660031767676 (IDR)

No rek : 1660064767676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Muamalat

Bank Muamalat

Bank Muamalat Samira Travel

No rek : 3290037676 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

WARNING

WARNING

WARNING

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.