Arab Saudi Buka Haji Secara Terbatas, Inilah Syarat Pesertanya
24 June 2020 144x Artikel, Kabar Mekkah
Editor:
Selasa, 23 Juni 2020 08:00 WIB
Jemaah melakukan ibadah salat berjamaah di puncak Jabal Rahmah saat melakukan ibadah wukuf di Padang Arafah dalam ibadah Haji di luar kota suci Mekah, Arab Saudi 20 Agustus 2018. Menuju ke padang Arafah, jemaah calon haji Indonesia yang berjumlah sekitar 221 ribu orang akan berpindah dari Makkah ke Arafah dalam tiga tahap. (AP Photo/Dar Yasin)
TEMPO.CO, Jakarta – Wabah virus corona membuat segala permintaan perjalanan umrah dan haji tak diizinkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Namun, pada Selasa, 23 Juni 2020, Arab Saudi mengumumkan perjalanan haji secara terbatas.
Dinukil dari Al Jazeera, Arab Saudi mengadakan haji yang ‘sangat terbatas’. Ibadah yang masuk rukun Islam itu, diadakan bagi warga dari berbagai bangsa yang tinggal di Arab Saudi. Mereka diizinkan untuk mengambil bagian dalam ziarah yang dimulai pada akhir Juli.
“Diputuskan untuk mengadakan ziarah tahun ini dengan jumlah yang sangat terbatas … dengan kebangsaan yang berbeda di kerajaan itu,” demikian siaran resmi kantor berita Saudi Press Agency, Senin, 22 Juni 2020, mengutip Kementerian Haji.
Keputusan penyelenggaraan haji secara terbatas itu diambil sehubungan dengan peningkatan wabah virus corona di seluruh dunia, kurangnya vaksin dan kesulitan menjaga jarak fisik yang aman di antara sejumlah besar peziarah yang datang dari luar negeri, bunyi pernyataan tersebut.
Lebih dari 2 juta orang melakukan ziarah tahunan di kota suci Makkah setiap tahun, para jamaah haji datang dari berbagai negara di dunia. Meskipun Kerajaan Arab Saudi meyakini haji merupakan suatu keharusan bagi umat Islam yang bertubuh sehat, jamaah berjumlah jutaan berisiko membawa virus. Pasalnya, jutaan peziarah bakal berkumpul ke situs-situs keagamaan.
Pada lain sisi, Arab Saudi terancam kehilangan sumber devisa selain minyak bila haji benar-benar ditutup. Ekonomi kerajaan itu sedang limbung akibat virus corona dan anjloknya harga minyak.
Menurut Al Jazeera, wabah virus corona juga dapat memicu pengawasan baru terhadap oleh pemerintah Arab Saudi terhadap situs-situs paling suci Islam, yang merupakan sumber legitimasi politik yang paling kuat bagi negeri itu.
Pengawasan lebih ketat, juga dipicu atas serangkaian bencana mematikan selama bertahun-tahun, termasuk penyerbuan pada tahun 2015 yang menewaskan 2.300 jamaah, telah memicu kritik terhadap manajemen haji oleh Kerajaan Arab Saudi.
Haji skala penuh, yang tahun lalu menarik sekitar 2,5 juta peziarah, tidak mungkin dilaksanakan kembali pada 2020, setelah pihak berwenang pada akhir Maret menyarankan umat Islam untuk menunda umrah dan haji.
Seorang umat Muslim berdoa usai melakukan ibadah salat di atas puncak Jabal Tsur di dekat kota suci Mekkah, 19 September 2015. Jabal Tsur merupakan gunung setinggi 458 meter yang berada di sebelah selatan Kota Makkah, tempat dimana Rasulullah SAW bersembunyi saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Awal Juni, Indonesia, negara Muslim terpadat di dunia, menjadi salah satu negara pertama yang menarik diri dari ibadah haji, setelah menekan Riyadh untuk memberikan kejelasan. Keputusan Indonesia disusul Malaysia, Senegal, dan Singapura yang mengikuti pengumuman serupa.
Sejak akhir Februari, Arab Saudi telah menunda ziarah umrah ke Makkah karena wabah. Negeri itu memiliki salah satu tingkat infeksi virus corona tertinggi di Timur Tengah, dengan lebih dari 161.000 total kasus yang dikonfirmasi dan 1.307 kematian.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Perkuat Istithaah Kesehatan, Kemenkes Siapkan Konsep baru Pemerikaan Kesehatan Jemaah Haji
Perkuat Istithaah Kesehatan, Kemenkes Siapkan Konsep baru Pemerikaan Kesehatan Jemaah Haji, Isu kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian Pemerintah dalam melakukan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan tingginya angka kematian jemaah haji tahun 2023/1444H. Diketahui jemaah haji wafat pada... selengkapnya
Pangeran MBS: Allah Beri Arab Saudi Kehormatan untuk Melayani Jemaah Haji dan Umrah
Pangeran MBS: Allah Beri Arab Saudi Kehormatan untuk Melayani Jemaah Haji dan Umrah, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) menguraikan kebijakan internal dan eksternal Arab Saudi yang komprehensif dalam pidatonya pada pembukaan tahun keempat sesi kedelapan Dewan Syura pada Rabu (27/12). Salah satu poin pidatonya menyinggung kebijakan Kerajaan dalam penyele... selengkapnya
Segini Tarif Sewa Kursi Roda di Masjidil Haram, Jemaah Diminta Gunakan Layanan Resmi
Pengelola Masjidil Haram telah menyediakan jasa layanan kursi roda serta skuter bagi jemaah haji yang membutuhkannya dalam rangka memudahkan pelaksanaan ritual thawaf dan sai. Meski demikian, jemaah haji perlu mencatat, bahwa tidak semua layanan kursi roda dan skuter disana bersifat resmi, ada pula pihak-pihak lain yang menyediakan layanan tersebut, sehingga... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com







Belum ada komentar