Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Pemerintah Saudi Janji Tutup Rapat Pintu Masuk Bagi Jemaah dengan Visa Non-Haji di 2024

Pemerintah Saudi Janji Tutup Rapat Pintu Masuk Bagi Jemaah dengan Visa Non-Haji di 2024, Fenomena overcapacity pada penyelenggaraan ibadah haji 2023 menjadi sorotan serius Kementerian Agama RI maupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Fenomena tersebut terjadi akibat banyaknya jemaah haji yang berangkat menggunakan visa non-haji, sehingga pelayanan terhadap jemaah menjadi carut-marut, terutama di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa pihaknya telah bersepakat dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menutup rapat pintu masuk bagi jemaah yang berangkat dengan visa non-haji.

“Kami sudah melakukan rapat virtual dengan Kementerian Haji dan Umrah. Saudi berjanji akan memperketat jemaah ini,” kata Gus Men sapaan akrabnya pada Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (2/10/2023).

Gus Men menyebut, pada tahun 2024 nanti, jumlah jemaah haji yang dilayani oleh setiap Syarikah akan dibunyikan di dalam kontrak.

“Jadi berapa misalnya jumlah jemaah yang dilayani oleh Syarikah, itu akan kelihatan. Tidak seperti kemarin [2023], karena kontrak nya global. Kedepan kita bisa periksa mana jemaah yang berangkat karena kuota, serta mana jemaah yang berangkat karena visa non-haji, seperti visa umal dan visa ziarah,” pungkas Menag Yaqut.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Suhu Panas Disertai Angin Berdebu Diperkirakan Selimuti Kota Makkah dan Madinah

Suhu Panas Disertai Angin Berdebu Diperkirakan Selimuti Kota Makkah dan Madinah

27 July 2023 159x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperkirakan suhu panas masih akan menyelimuti beberapa wilayah Arab Saudi, tak terkecuali Makkah dan Madinah hingga akhir pekan ini. Tidak hanya itu, angin berdebu yang bisa membatasi jarak pandang juga diperkirakan terjadi di dua lokasi tujuan jemaah umrah itu. Jemaah umrah diimbau untuk selalu mengantisipasi ko... selengkapnya

Update Harga Hewan Kurban 2022 Samira Farm

21 June 2022 122x Qurban

Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 9 Juli 2022, yang merupakan momen hewan qurban disembelih. Menjelang Idul Adha 1443 H, terdapat update harga hewan qurban 2022 yang harus diketahui oleh Anda bagi yang ingin berqurban. Dirilisnya daftar harga hewan qurban 2022 ini langsung dari perternakan  Samira Farm langsung, pada Sabtu, 4 Juni... selengkapnya

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah meluncurkan layanan elektronik baru untuk ekspatriat dan para pengunjung termasuk jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi digital kerajaan. Kehilangan atau pencurian paspor dan hilangnya iqama (izin tinggal) dapat dilaporkan ke Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) melalui portal Absher dan Muqeem. Ini adalah satu di antara delapan layanan digital baru yang diluncurkan oleh Jawzat di platform layanan elektronik Kementerian Dalam Negeri Absher dan Muqeem. Upacara peluncuran tersebut diadakan di bawah naungan Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, di kantor pusat Direktorat Jenderal Paspor di Riyadh. Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Direktur Jenderal Paspor Letjen Suleiman Al-Yahya, Direktur Pusat Penerangan Nasional Dr. Esam Alwagait, Wakil Asisten Menteri Dalam Negeri Bidang Teknologi Eng. Thamer Al-Harbi, dan CEO Perusahaan Elm Dr. Abdulrahman Al-Jadhai. Jawazat menyediakan empat layanan di platform Absher, termasuk pelaporan kehilangan atau pencurian paspor; dokumen digital untuk pengunjung; laporan tentang orang asing; dan melaporkan tentang pengunjung. Empat layanan yang baru diluncurkan di portal Muqeem sedang mengubah nama terjemahan; melaporkan hilangnya izin tinggal (iqama); menanyakan dan memverifikasi visa; dan peringatan untuk menyampaikan pemberitahuan kepada pemberi kerja. Dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (08/02), Letjen Al-Yahya menekankan bahwa layanan ini merupakan bagian dari langkah pengembangan transaksi elektronik yang bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga, memperpendek prosedur, meningkatkan kualitas layanan paspor, dan memberikan solusi cerdas dan transformasi digital untuk berkontribusi meningkatkan level dan efisiensi layanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Arab Saudi, negara berpenduduk sekitar 32,2 juta orang, adalah rumah bagi komunitas besar pekerja asing. Jumlah orang asing berjumlah sekitar 13,4 juta atau 41,5 persen dari keseluruhan populasi kerajaan, menurut sensus terbaru. Pemerintah Saudi baru-baru ini memperkenalkan serangkaian fasilitas untuk ekspatriat. Penduduk asing yang berangkat dengan visa keluar/masuk kembali kini dapat kembali ke Arab Saudi hingga hari terakhir masa berlaku visa mereka. Direktorat Jenderal Paspor pada bulan Agustus mengatakan pemegang visa keluar/masuk kembali juga dapat diperpanjang visanya secara elektronik saat mereka berada di luar Arab Saudi setelah membayar biaya terkait melalui Absher atau Muqeem. Pihak berwenang menyatakan bahwa paspor ekspatriat harus masih berlaku setidaknya 90 hari untuk mengeluarkan visa keluar/masuk kembali, dan 60 hari untuk mengeluarkan visa keluar terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan ini dengan giat beralih ke digitalisasi, sebuah tren yang dipercepat oleh pembatasan yang dipicu oleh epidemi global COVID-19. Pada tahun 2013, Kementerian Dalam Negeri Saudi meluncurkan aplikasi Absher, yang memberikan warga negara Saudi dan penduduk asing akses ke berbagai layanan pemerintah. Cakupan layanan ini telah diperluas, termasuk melamar pekerjaan dan memperbarui paspor, kartu izin tinggal, dan surat izin mengemudi.

Saudi Kenalkan Layanan Digital Keimigrasian Baru, Kini Tak Lagi Repot Urus Paspor Hilang

13 February 2024 124x Artikel, Blog, Kabar Mekkah

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah meluncurkan layanan elektronik baru untuk ekspatriat dan para pengunjung termasuk jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi digital kerajaan. Kehilangan atau pencurian paspor dan hilangnya iqama (izin tinggal) dapat dilaporkan ke Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) melalui portal Absher dan Muqeem. In... selengkapnya

Bank Permata Syariah

Bank Permata Syariah

Rekening Bank Permata PT Samira Ali Wisata

No rek : 1810717676 (IDR)

No rek : 1810827676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank BSI

Bank Syariah Indonesia

No rek : 1976076766 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Mandiri

Mandiri

Rekening Mandiri PT Samira Ali Wisata

Mandiri

No rek : 1660031767676 (IDR)

No rek : 1660064767676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Muamalat

Bank Muamalat

Bank Muamalat Samira Travel

No rek : 3290037676 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

WARNING

WARNING

WARNING

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.