Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Jadwal Ibadah Shalat di Hijir Ismail bagi Jemaah

Hijir Ismail merupakan bangunan tembok berbentuk setengah lingkaran yang terletak di sebelah utara Ka’bah dan termasuk salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Bangunan ini masih menjadi bagian dari Ka’bah sehingga turut dikelilingi orang-orang ketika tawaf.

Hijir Ismail merupakan tempat yang penuh keutamaan. Karenanya Jemaah haji dan umrah selalu berlomba-lomba untuk mendapat giliran melaksanakan shalat disana.

Untuk mengakomodir antusias jemaah yang ingin melaksanakan Shalat di Hijir Ismail, Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci telah menetapkan jadwal kunjungan  bagi jamaah pria dan wanita. Otoritas akan memberikan setiap pengunjung untuk menghabiskan waktu maksimal 10 menit di dalam hijir ismail. Adapun berikut jadwal kunjungannya:

Waktu Shalat Jemaah Laki laki di Hijir Ismail

Pukul 08.00 hingga 11.00
Jemaah laki-laki dapat melaksanakan sholat di Hateem pada pagi hari, dari pukul 08.00 hingga 11.00. Rentang waktu ini memungkinkan para jamaah untuk menjalankan praktik spiritual mereka tanpa kerumunan besar yang sering berkumpul di sore hari.

Waktu Shalat Jemaah Perempuan di Hijir Ismail

Pukul 20.00 hingga 02.00
Perempuan memiliki waktu shalat khusus di malam hari, dari pukul 20.00 hingga 02.00. Waktu ini memastikan lingkungan yang damai bagi wanita untuk sholat di Hijir Ismail, bebas dari kesibukan di siang hari.

Penting untuk dicatat bahwa jadwal ini dapat berubah karena berbagai alasan operasional, seperti pembersihan, pemeliharaan, atau keadaan tak terduga lainnya

Pintu Masuk

Sisi Barat
Misalnya, ada beberapa kejadian di mana Hijir Ismail dibuka lebih lambat dari waktu yang dijadwalkan, seperti yang terlihat ketika dibuka pada pukul 8:30 pagi, bukannya pukul 8:00 pagi karena kegiatan pembersihan.

Dilansir dari saudigazette, Otoritas menekankan pentingnya para pengunjung mematuhi petunjuk dan waktu masuk yang ditentukan untuk memastikan pergerakan yang lancar dan pengaturan kunjungan yang optimal. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya otoritas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah dan memberikan pengalaman spiritual yang unik di sekitar Kakbah Suci.

Keutamaan Hijir Ismail

Dikatakan bahwa  Keutamaan salat di Hijr Ismail sama dengan salat di dalam Ka’bah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan sebagian dari Hijr Ismail termasuk dalam Ka’bah.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud, dari Aisyah pernah berkata, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan salat di dalamnya.”

Kemudian Rasulullah SAW membawa Aisyah ke dalam Hijr Ismail sambil berkata, “Salatlah kamu di sini jika kamu ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.”

Salat di Hijr Ismail termasuk ibadah sunnah, tidak wajib dan tidak berkaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah haji ataupun umrah.

Berbagai riwayat menyebutkan bahwa awal adanya Hijir Ismail adalah bekas kamar Ismail bersama ibunya, Siti Hajar. Tempat yang awalnya hanya pondasi batu dan ditutup atapnya dengan dedaunan ini menjadi lokasi Ismail dan Siti Hajar beristirahat. Pada tahun 606 Masehi, Kaum Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah ketika Nabi Muhammad berumur 35 tahun.

Karena kekurangan biaya untuk memugar, akhirnya tembok sisi barat dan timur dikurangi sekitar 3 meter. Pengurangan dinding Ka’bah ini secara otomatis menambah luas Hijir Ismail dari yang awalnya 5,5 meter menjadi 8,5 meter.

Kisah ini juga tersebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Aisyah “Tahukah engkau bahwa ketika kaummu membangun Ka’bah, mereka telah mengurangi dasar-dasar yang dibangun Nabi Ibrahim”.

Adapun keutamaan beribadah di dalam Hijir Ismail di antaranya adalah adanya Malaikat yang berada di pintu masuk. Para malaikat ini selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijr Ismail bahwa mereka telah diampuni dosa-dosanya.

sumber : Himpuh

Tags:

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Umrah Perdana Berangkat 23 Desember, Kemenag Matangkan Teknis Karantina

14 December 2021 57x Artikel

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan berbagai persiapan jelang pemberangkatan umrah perdana tanggal 23 Desember 2021. Umrah ini diperuntukkan untuk pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). “Kementerian Agama terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak lintas sektoral dan para asosiasi untuk memastikan rencana k... selengkapnya

Pemerintah Arab Saudi akan melibatkan kelompok Pramuka untuk membantu jemaah haji selama di Makkah. Tim Pramuka tersebut telah dibekali cara menggunakan teknologi digital dan kode respons cepat di ponsel cerdas mereka untuk lebih membantu jamaah haji dengan panduan, navigasi di tempat, dan perencanaan rute di tempat-tempat suci Kerajaan. Dilansir dari arabnews Jumat (17/05) Tim Pramuka terlebih dahulu akan mengikuti kursus selama 10 hari yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan melalui Asosiasi Pramuka Arab Saudi untuk mematangkan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik pada jemaah. Tiga puluh dua peserta pelatihan dari empat pelopor pramuka saat ini terdaftar untuk menerima pelatihan. Mereka akan dibekali sebuah aplikasi pintar yang menyediakan perencanaan rute, navigasi dan panduan bagi para peziarah di tempat-tempat suci akan digunakan. Menjelaskan manfaat penggunaan teknologi digital dan kode QR selama perjalanan pramuka ke tempat-tempat suci, pemimpin pramuka Abdullah Alharthi mengatakan bahwa pendekatan ini membantu melindungi lingkungan dengan menghilangkan kebutuhan akan peta dan tanda-tanda kertas, dan menghindari kekacauan visual di ruang-ruang suci. Selain itu, sistem digital memastikan enkripsi pesan pramuka. SASA, yang bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk membantu jamaah haji setiap tahun, memainkan peran penting selama musim haji ketika setiap tahun pramuka dari seluruh penjuru Kerajaan berkumpul untuk membantu jamaah selama musim haji. Terlepas dari usia atau jenis kelamin, para relawan ini mencurahkan waktu dan tenaga mereka untuk memungkinkan jamaah menunaikan ibadah haji dengan mudah. Pramuka yang berafiliasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terutama fokus membantu jamaah yang tersesat dengan memberikan bimbingan dan arahan, memastikan mereka mencapai kamp yang ditentukan dengan aman. Tahun lalu, menurut SASA, 3.500 pramuka ditempatkan di sekitar tempat suci di Makkah. Para relawan SASA mengatakan kepada Arab News bahwa mereka diklasifikasikan ke dalam dua kelompok umur: kategori pramuka tingkat lanjut dan kategori penjaga hutan. Kategori pramuka tingkat lanjut terdiri dari anggota pramuka berusia antara 15 dan 17 tahun. Kategori penjaga terdiri dari mereka yang berusia 18 hingga 22 tahun, termasuk pemimpin pramuka (150 di antaranya tahun lalu adalah perempuan) dan teman serta pionir SASA.

Tim Pramuka Saudi yang Siap Bantu Navigasi Jemaah

17 May 2024 74x Artikel, Info Samira, Kabar Mekkah

Pemerintah Arab Saudi akan melibatkan kelompok Pramuka untuk membantu jemaah haji selama di Makkah. Tim Pramuka tersebut telah dibekali cara menggunakan teknologi digital dan kode respons cepat di ponsel cerdas mereka untuk lebih membantu jamaah haji dengan panduan, navigasi di tempat, dan perencanaan rute di tempat-tempat suci Kerajaan. Dilansir dari arabne... selengkapnya

Hewan Dam Didistribusikan di Indonesia

Hewan Dam Didistribusikan di Indonesia

13 November 2024 88x Artikel, Blog, Info Haji, Info Samira, Tips Umroh

Mudzakarah Perhajian Indonesia yang digelar di Bandung pada 7-9 November 2024 memutuskan bahwa hewan dam boleh disembelih dan didistribusikan dagingnya di Indonesia. Pada pembacaan keputusan Mudzakarah yang disampaikan oleh Dr KH Aris Ni’matullah dari Pesantren Buntet Cirebon dikatakan  Bahwa penyembelihan dan pembagian daging hadyu/dam di luar t... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.