PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menyediakan 12 konter jalur cepat (fast track) untuk mendukung kelancaran perjalanan musim haji 1445 Hijriyah/2024 Masehi. Dari belasan konter pemeriksaan dokumen calon jamaah haji tersebut, seluruhnya berada di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta yang bekerja sama dengan Keimigrasian Arab Saudi.
Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi, mengatakan bahwa penyediaan konter-konter pemeriksaan haji itu sebagai upaya memudahkan proses perjalanan bagi calon jamaah haji asal Indonesia.
“Jalur cepat haji itu dinamakan Makah Road dan telah disiapkan di Terminal 2D. Melalui Makah Road, para jamaah calon haji dapat melakukan pendaftaran dan verifikasi dokumen secara terpusat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, berbagai sarana lainnya juga telah ditambahkan oleh pihaknya seperti kursi pada ruang tunggu, penyediaan tempat ibadah (mushola), hingga penambahan toilet portabel. Selain itu, sebanyak 3.296 personel telah dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasional selama keberangkatan dan kepulangan.
“Bandara Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, otoritas terkait dan maskapai penerbangan. Lalu pihak berwenang lainnya untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan haji,” katanya lagi.
Melalui koordinasi yang intensif, Holik berharap dan memastikan setiap aspek perjalanan haji, mulai dari pendaftaran hingga kedatangan berjalan dengan lancar dan efisien. “Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai pengelola bandara untuk menyediakan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji,” ujarnya.
Pada 2024, Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik keberangkatan untuk 128 kloter dari Jakarta, Banten, Lampung, dan Jabar di embarkasi Asrama Haji Pondok Gede dan Bekas. Total 53.621 jamaah calon haji dengan jadwal keberangkatan pada 12 Mei-10 Juni 2024, dan kepulangan pada 22 Juni-22 Juli 2024.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Skema Murur di Muzdalifah Hukumnya Sah, Jemaah Tidak Terkena DAM
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai skema murur saat di Muzdalifah merupakan bagian dari rukhshah (keringanan) yang bisa dipilih oleh jemaah haji untuk mengurangi potensi resiko. Murur sendiri merupakan mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan... selengkapnya
Mau Aman Laksanakan Wukuf di Arafah? Jemaah Haji Wajib Kantongi Tiga Dokumen Ini
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam menegaskan bahwa untuk melakukan wukuf di Arafah jemaah harus mengantongi sejumlah dokumen. “Dokumen utama jemaah haji ada dua, yaitu paspor dan visa haji. Bukan visa selain haji. Ini harus diingat oleh para jemaah yang akan melaksanakan haji,” tutur Ketua PPIH Arab Saudi N... selengkapnya
Jelang Ramadhan, Para Petugas Ikuti Pelatihan Hadapi Risiko Cuaca Buruk
Pusat Meteorologi Nasional Saudi (NCM) akan menyelenggarakan pelatihan bagi para pekerja di dua masjid suci umat Islam untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi cuaca selama musim puasa Ramadan dan haji tahunan mendatang. Dilansir dari gulfnews, Pelatihan ini ditujukan bagi karyawan dan petugas Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram d... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8323-4776 -
Whatsapp
085283234776 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com


Belum ada komentar