Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Menag Ungkap Kunci Kesuksesan Haji 2024

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pada tahun ini Kementerian Agama menghadirkan empat inovasi layanan dalam penyelanggaraan haji. Inovasi inilah yang menurut Menag membuat penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi berjalan sukses dan indeks kepuaasan jemaah haji meningkat. 

Hal tersebut ia sampaikan pada Religion Festival, pameran capaian Kemenag hingga 2024 yang mengusung tema Faster, Better, Stronger. Acara ini digelar di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/10/2024).

“Saya ingin menyampaikan fakta layanan haji, transformasi begitu besar dan membanggakan bukan hanya bagi Kemenag saja, tetapi berbagai kesaksian stakeholderyang lain, bagaimana Kemenag melakukan inovasi,” kata Menag Yaqut.

Pertama, yaitu layanan fast track yang pada tahun ini diterapkan pada tiga embarkasi. Selain Bandara Soekarno Hatta, juga di Adi Soemarmo Solo dan Djuanda Surabaya.

Padahal sebelumnya layanan fast track ini hanya diterapkan di Bandara Soekarno Hatta saja. Pun demikian dengan negara-negara lain, Arab Saudi hanya membuka satu layanan fast track saja per negara. Khusus untuk Indonesia, Pemerintah Arab Saudi membuka layanan fast track di tiga embarkasi.

Layanan fast track ini membuat jamaah calon haji tidak lagi harus antre mengurus dokumen-dokumen setibanya di Arab Saudi. Pasalnya, pengurusan dokumen sudah selesai dilaksanakan sejak di tanah air.

“Kita mendapat tiga layanan fast track. Ini tidak terlepas dari upaya dari Presiden Joko Widodo. Mulai tahun ini, 127.073 jamaah haji Indonesia (sekitar 50 persen dari kuota) sudah merasakan kenyamanan layanan fast track,” ujarnya.

Kedua, pada tahun ini layanan katering diberikan secara penuh selama jamaah berada di Makkah. Total 17.492.983 boks didistribusikan dan dinikmati oleh jamaah selama pra Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dan pasca-Armuzna.

“Ini belum termasuk lebih dari lima juta boks katering yang disiapkan di Madinah dan belum termasuk layanan konsumsi jamaah selama puncak haji di Armuzna,” ujarnya.

Ketiga, kata dia, Indonesia mendapat kuota tambahan hingga 20.000 orang. Jumlah tersebut menjadi terbesar sepanjang penyelenggaraan ibadah haji.

Tambahan kuota yang besar ini bagian dari upaya lobi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman.

Keempat, kata dia, kebijakan Murur diterapkan secara terencana dan sistematis. Murur adalah skema pergerakan jamaah dari Arafah (usai Wukuf) menuju Muzdalifah (melintas tanpa turun), lalu menuju Mina.

Upaya tersebut sebagai ikhtiar agar kepadatan di Muzdalifah yang terjadi pada 2023 tidak terulang. Ada sekitar 51.899 orang yang terdaftar menjalani skema ini, meskipun dalam realisasinya lebih dari itu.

Pada pukul 07.37 waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jamaah haji di Muzdalifah sudah diberangkatkan ke Mina. Padahal, pada 2023 dengan jumlah jamaah lebih sedikit, proses mobilisasi jamaah berlangsung hingga pukul 13.30 WAS.

“Kita juga mencapai indeks kepuasan jamaah haji Indonesia dengan nilai tertinggi selama penyelenggaraan haji yakni 88,20 persen,” kata Yaqut.

Selain perihal haji, Yaqut juga memaparkan sejumlah capaian yang dilakukan dan diraih Kementerian Agama selama dirinya menjabat sebagai menteri agama.

sumber : Himpuh

Tags:

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

HIMPUH Dukung Program Pemeriksaan Virus Meningitis

HIMPUH Dukung Program Pemeriksaan Virus Meningitis

11 October 2024 82x Artikel, Blog, Info Samira, Tips Umroh

Dasar kebijakan wajib vaksin meningitis bagi jemaah umrah yang dikeluarkan pemerintah Indonesia dinilai belum sepenuhnya didukung oleh basis penelitian ilmiah yang memadai. Anggota Dewan Pakar Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muh. A. Wahyudi mengatakan selama ini belum ada penelitian yang spesifik memotret angka statistik jemaah umrah yang ter... selengkapnya

Layanan Lebih Pasti dan Terjamin, Masyarakat Tetap Pilih PPIU

Layanan Lebih Pasti dan Terjamin, Masyarakat Tetap Pilih PPIU Ketimbang Umrah Backpacker

23 November 2023 89x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Layanan Lebih Pasti dan Terjamin, Masyarakat Tetap Pilih PPIU Ketimbang Umrah Backpacker, Fenomena umrah backpacker atau umrah mandiri saat ini tengah menjamur dimasyarakat. Perjalanan ibadah umrah tanpa jasa biro travel ini dilakukan demi mendapatkan biaya yang ekonomis dan keleluasaan dalam hal waktu untuk menjelajahi banyak tempat bersejarah dan budaya di... selengkapnya

Pemerintah Arab Saudi akan melibatkan kelompok Pramuka untuk membantu jemaah haji selama di Makkah. Tim Pramuka tersebut telah dibekali cara menggunakan teknologi digital dan kode respons cepat di ponsel cerdas mereka untuk lebih membantu jamaah haji dengan panduan, navigasi di tempat, dan perencanaan rute di tempat-tempat suci Kerajaan. Dilansir dari arabnews Jumat (17/05) Tim Pramuka terlebih dahulu akan mengikuti kursus selama 10 hari yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan melalui Asosiasi Pramuka Arab Saudi untuk mematangkan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik pada jemaah. Tiga puluh dua peserta pelatihan dari empat pelopor pramuka saat ini terdaftar untuk menerima pelatihan. Mereka akan dibekali sebuah aplikasi pintar yang menyediakan perencanaan rute, navigasi dan panduan bagi para peziarah di tempat-tempat suci akan digunakan. Menjelaskan manfaat penggunaan teknologi digital dan kode QR selama perjalanan pramuka ke tempat-tempat suci, pemimpin pramuka Abdullah Alharthi mengatakan bahwa pendekatan ini membantu melindungi lingkungan dengan menghilangkan kebutuhan akan peta dan tanda-tanda kertas, dan menghindari kekacauan visual di ruang-ruang suci. Selain itu, sistem digital memastikan enkripsi pesan pramuka. SASA, yang bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk membantu jamaah haji setiap tahun, memainkan peran penting selama musim haji ketika setiap tahun pramuka dari seluruh penjuru Kerajaan berkumpul untuk membantu jamaah selama musim haji. Terlepas dari usia atau jenis kelamin, para relawan ini mencurahkan waktu dan tenaga mereka untuk memungkinkan jamaah menunaikan ibadah haji dengan mudah. Pramuka yang berafiliasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terutama fokus membantu jamaah yang tersesat dengan memberikan bimbingan dan arahan, memastikan mereka mencapai kamp yang ditentukan dengan aman. Tahun lalu, menurut SASA, 3.500 pramuka ditempatkan di sekitar tempat suci di Makkah. Para relawan SASA mengatakan kepada Arab News bahwa mereka diklasifikasikan ke dalam dua kelompok umur: kategori pramuka tingkat lanjut dan kategori penjaga hutan. Kategori pramuka tingkat lanjut terdiri dari anggota pramuka berusia antara 15 dan 17 tahun. Kategori penjaga terdiri dari mereka yang berusia 18 hingga 22 tahun, termasuk pemimpin pramuka (150 di antaranya tahun lalu adalah perempuan) dan teman serta pionir SASA.

Tim Pramuka Saudi yang Siap Bantu Navigasi Jemaah

17 May 2024 89x Artikel, Info Samira, Kabar Mekkah

Pemerintah Arab Saudi akan melibatkan kelompok Pramuka untuk membantu jemaah haji selama di Makkah. Tim Pramuka tersebut telah dibekali cara menggunakan teknologi digital dan kode respons cepat di ponsel cerdas mereka untuk lebih membantu jamaah haji dengan panduan, navigasi di tempat, dan perencanaan rute di tempat-tempat suci Kerajaan. Dilansir dari arabne... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.