HIMPUH Dukung Program Pemeriksaan Virus Meningitis
11 October 2024 117x Artikel, Blog, Info Samira, Tips Umroh
Dasar kebijakan wajib vaksin meningitis bagi jemaah umrah yang dikeluarkan pemerintah Indonesia dinilai belum sepenuhnya didukung oleh basis penelitian ilmiah yang memadai.
Anggota Dewan Pakar Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muh. A. Wahyudi mengatakan selama ini belum ada penelitian yang spesifik memotret angka statistik jemaah umrah yang terpapar virus meningitis.
“Penelitian semacam ini hanya pernah dilakukan terhadap jemaah haji, dan itupun sudah lama sekali, pada tahun 1991. Hasilnya 4 persen dari total jemaah haji Indonesia terpapar virus meningitis, sehingga selanjutnya pemerintah memutuskan wajib vaksin bagi jemaah haji,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (10/10/2024) di Jakarta.
Pria yang karib disapa Ustad Wahyu ini mendukung inisiatif yang dilakukan oleh RSPI Sulianti Saroso bersama Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Soekarno Hatta dan Surabaya untuk melakukan penelitian Surveilans Carrier Meningokokus pada Jemaah Pasca Umrah.
Menurutnya penelitian ini menjadi sangat penting sebagai basis dalam pengambilan kebijakan berkenaan dengan perlu atau tidaknya mewajibkan vaksin meningitis bagi jemaah umrah.
“Kalau ternyata hasil penelitian nanti menunjukkan tingkat carrier (keberadaan) virus meningitis ini tidak ada pada jemaah umrah, buat apa diwajibkan vaksin. Namun bila ternyata sebaliknya, maka kita harus lebih aware dan menerima kebijakan tersebut,” tandas Ustad Wahyu.
Mewakili HIMPUH, Ustad Wahyu juga memberi apresiasi kepada RSPI Sulianti Saroso dan seluruh pihak yang akan terlibat dalam penelitian tersebut karena telah kooperatif serta akomodatif terhadap stakeholder penyelenggaraan ibadah umrah, terutama perusahaan travel atau PPIU.
“Kami berterimakasih telah diundang hadir pada kegiatan sosialisasinya selama dua hari, kami diberikan penjelasan terkait alur penelitiannya, serta dipertemukan dengan para pakar yang akan meneliti, ada professor, doctor, dokter. Ini menunjukkan suatu keseriusan,” tukas Usad Wahyu.
Penelitian ini akan melibatkan sedikitnya 900 jemaah umrah sebagai partisipan, yang dibagi masing-masing 450 pertisipan di BBKK Soekarno Hatta dan 450 partisipan lainnya di BBKK Surabaya.
Berikut alur dan mekanisme pemeriksaan yang akan dilakukan:

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Beredar Info Ziarah Makkah-Madinah Ditutup Mulai 7 Maret Hingga Lebaran, Ternyata Hoaks!
Belum lama ini jagat maya dihebohkan oleh vidio yang menyebut ziarah ke Makkah dan Madinah akan ditutup mulai 7 Maret 2023 hingga Lebaran Idulfitri mendatang. Pria yang muncul di vidio tersebut mengatakan, bahwa penutupan itu merupakan kebijakan dari Kerajaan Arab Saudi, sehingga jemaah tidak bisa melaksanakan umrah selama periode tersebut. Namun setelah dit... selengkapnya
Bolehkah Jemaah Haji Memakai Payung saat Ihram ?
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah haji, memahami berbagai aturan dan larangan yang berlaku saat ihram menjadi hal yang esensial. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bolehkah memakai payung saat ihram? Atau bagaimana hukum memakai payung saat ihram? Seringkali cuaca di Tanah Suci cukup panas dan menyengat. Oleh karenanya banyak jamaa... selengkapnya
Kemeriahan Milad Satu Dekade Samira Travel Bersama Brand Ambassador dan Ungu Band
Satu Dekade Samira menjadi momen istimewa yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Dalam perayaan Milad Samira ke-10, Samira Travel menghadirkan suasana yang meriah dengan kehadiran Brand Ambassador Samira, serta penampilan spesial dari Ungu Band yang sukses menghibur ribuan tamu undangan. Acara ini menjadi bukti perjalanan panjang Samira Travel dalam melayan... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com






Belum ada komentar