Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Info Samira » Alasan Utama Harus Melaksanakan Umroh

Alasan Utama Harus Melaksanakan Umroh, Di Indonesia mayoritas penduduknya ialah seorang muslim. Setiap seorang muslim sangat bercita-cita melaksanakan pergi haji maupun umroh. Umumnya masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menunaikan ibadah umroh terlebih dahulu dikarenakan ibadah haji yang harus menunggu kuota yang cukup lama yaitu sekitar 15 sampai 20 tahun lamanya

Bagi sebagian masyarakat muslim di Indonesia melaksankan ibadah umroh bukan hanya diperuntukan bagi orang-orang yang mampu saja. Tapi yakinlah bahwa Allah swt akan memampukan orang-orang yang terpanggil untuk berumroh. Untuk bisa menjadi yang terpanggil tentunya niat saja tidak cukup. Anda harus mengiringinya dengan keinginan yang kuat, berdoa setiap waktu, dan ditambah dengan tindakan atau usaha kita dalam mewujudkannya.

Samira travel merangkum, dalam melaksanakan ibadah umroh biasanya ada beberapa faktor penghambat yang membuat tidak segeranya seseorang berangkat berumroh diantanya ialah:

  • Banyak orang yang mampu tetapi tidak sempat.
  • Ada yang sempat tetapi dia tidak mampu.
  • Ada lagi yang sempat dan mampu tetapi tidak sehat.
  • Ada juga yang mampu, sempat dan sehat tetapi harus menunggu 15-20 tahun lagi.
  • Ada yang mampu, sempat dan sehat tetapi hatinya tidak bergerak untuk berumroh.

jika Anda termasuk golongan umat muslim yang menunda atau mengenyampingkan ibadah umroh. Sebaiknya Anda wajib baca keutamaan yang akan Anda dapatkan jika Anda melaksanakan ibadah umroh diantaranya ialah:

  1. Menghapus Dosa

Ibadah umroh dapat menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Dalam sebuah hadits dari abu hurairah r.a, Rasulullah bersabda “antara umroh yang satu dan umroh lainnya itu akan menghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melaikan surga.”(H.R Bukhari, No.1773 dan muslim No. 1349).

Berdasarkan hadits di tanah kita memahami bahwa dengan melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci, dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah SWT. Karena itulah, ubadah umroh ini harus segera kita laksanakan jika kita punya kemampuan secara fisik dan juga keuangan.

  1. Umroh Merupakan Jihad

Hal lain yang menjadi alasan mengapa muslim wajib umroh adalah karena umroh merupakan jihad. Wanita tidak memiliki kebebasan seperti halnya kaum pria untuk berjihad di medan perang. Karena itulah, salah satu bentuk jidah yang dapat dilakukan oleh para muslimah adalah dengan melaksanakan ibadah umroh. Dengan melaksanakan ibadah umroh, wanita medapatkan pahala serta berperang di medan pertempuran. Apabila pada saat melaksanakan umroh dan ternyata dia wafat, maka kematiannya pun akan diganjar Allah dengan pahala yang sama dengan mati syahid.

Hal ini sesuai dengan hadist “wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” beliau shallallahu’ alaihi wa sallan menjawab “iya. Dia wajib berjihad tanoa peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh,”(HR. Ibnu Majah No.2901, hadits ini shahih sebagaimana kata syeikh Al Albani)

  1. Membuka Pintu Rezeki

jika kita benar-benar melaksanakan ibadah umroh hanya karena mengharap ridho dari Allah SWT, maka niscaya Allah SWT akan melapangkan pintu rizki untuk kita. Menurut Ippo Santosa dalam bukunya yang berjudul “Umroh Lapangkan Rezeki”, Allah akan melapangkan rezeki hamba-Nya yang menunaikan ibadah umroh karen melihat semangat berkoran hamb-Nya yang telah mengeluarkan harta, jiwa, dan waktunya  untuk menunaikan panggilan-Nya. Di masyarakat, kita juga banya melihat orang yang telah berumroh, rezekinya tidak berkurang, malah sebaliknya bertambah dan menjadi lebih berkah.

  1. Menghapus Kemiskinan

Umroh dapat menghapus kemiskinan dari diri seorang hamba. Hal tersebut sesuai dengan hadist nabi SAW,”ikutilah umroh keada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara itu, tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.”(HR. An nasai No.2631, tirmidzi No. 810, Ahmad 1/387. Kata syaikh al-albani hadits ini hasan shahih).

Berdasarkan hadits tersebut, Rasul menuntukan pada umatnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh karena kedua ibadah tersebut dapat menghapus  kemiskinan dan menjadi penggugur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya. Karena itulah, kita harus menyegerakan diri meyambut panggilan Allah untuk berumroh ke Tanah Suci.

  1. Diijabah Doa-Doanya oleh Allah SWT

Terdapat beberapa temoat di Tanah Suci yang mustajab untuk memanjatkan segala permohonan dan doa pada Allah SWT. Di tempat-tempat mustajab atau tempat yang sangat potensial untuk terkabulnya doa antara lain di multazam (antar hajar aswad dan ujung pintu ka’bah), di makkah, dan dalam prosesi tawaf dan sa’i, para jamaah umroh dapat memanjatkan doa pada Allah SWT. Dengan  memanjatkan doa di tempat -tempat mustajab tersebut, insha Allah doa Anda kemungkinan besar akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Itulah alasan mengapa muslim wajib umroh. Semoga Anda disegerakan untuk pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umroh. Percayakan urusan perjalanan umroh Anda bersama Samira Travel, biro perjalanan umroh jabodetabek yang telah berdiri lebih dari 8 tahun. Kami telah melayani dengan baik puluhan ribu jamaah haji dan umroh yang berasal tak hanya dari jabodetabek namun juga dari seluruh Indonesia. Kami telah berizin resmi dan bersertikasi Komite Akreditasi Nasionel serta terdaftar di Kemenag. Sebagai biro perjalanan umroh Jakarta yang terpercaya, kami siap memberikan pelayan terbaik bagi Anda.

Call centre : Admin

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah meluncurkan layanan elektronik baru untuk ekspatriat dan para pengunjung termasuk jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi digital kerajaan. Kehilangan atau pencurian paspor dan hilangnya iqama (izin tinggal) dapat dilaporkan ke Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) melalui portal Absher dan Muqeem. Ini adalah satu di antara delapan layanan digital baru yang diluncurkan oleh Jawzat di platform layanan elektronik Kementerian Dalam Negeri Absher dan Muqeem. Upacara peluncuran tersebut diadakan di bawah naungan Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, di kantor pusat Direktorat Jenderal Paspor di Riyadh. Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Direktur Jenderal Paspor Letjen Suleiman Al-Yahya, Direktur Pusat Penerangan Nasional Dr. Esam Alwagait, Wakil Asisten Menteri Dalam Negeri Bidang Teknologi Eng. Thamer Al-Harbi, dan CEO Perusahaan Elm Dr. Abdulrahman Al-Jadhai. Jawazat menyediakan empat layanan di platform Absher, termasuk pelaporan kehilangan atau pencurian paspor; dokumen digital untuk pengunjung; laporan tentang orang asing; dan melaporkan tentang pengunjung. Empat layanan yang baru diluncurkan di portal Muqeem sedang mengubah nama terjemahan; melaporkan hilangnya izin tinggal (iqama); menanyakan dan memverifikasi visa; dan peringatan untuk menyampaikan pemberitahuan kepada pemberi kerja. Dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (08/02), Letjen Al-Yahya menekankan bahwa layanan ini merupakan bagian dari langkah pengembangan transaksi elektronik yang bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga, memperpendek prosedur, meningkatkan kualitas layanan paspor, dan memberikan solusi cerdas dan transformasi digital untuk berkontribusi meningkatkan level dan efisiensi layanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Arab Saudi, negara berpenduduk sekitar 32,2 juta orang, adalah rumah bagi komunitas besar pekerja asing. Jumlah orang asing berjumlah sekitar 13,4 juta atau 41,5 persen dari keseluruhan populasi kerajaan, menurut sensus terbaru. Pemerintah Saudi baru-baru ini memperkenalkan serangkaian fasilitas untuk ekspatriat. Penduduk asing yang berangkat dengan visa keluar/masuk kembali kini dapat kembali ke Arab Saudi hingga hari terakhir masa berlaku visa mereka. Direktorat Jenderal Paspor pada bulan Agustus mengatakan pemegang visa keluar/masuk kembali juga dapat diperpanjang visanya secara elektronik saat mereka berada di luar Arab Saudi setelah membayar biaya terkait melalui Absher atau Muqeem. Pihak berwenang menyatakan bahwa paspor ekspatriat harus masih berlaku setidaknya 90 hari untuk mengeluarkan visa keluar/masuk kembali, dan 60 hari untuk mengeluarkan visa keluar terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan ini dengan giat beralih ke digitalisasi, sebuah tren yang dipercepat oleh pembatasan yang dipicu oleh epidemi global COVID-19. Pada tahun 2013, Kementerian Dalam Negeri Saudi meluncurkan aplikasi Absher, yang memberikan warga negara Saudi dan penduduk asing akses ke berbagai layanan pemerintah. Cakupan layanan ini telah diperluas, termasuk melamar pekerjaan dan memperbarui paspor, kartu izin tinggal, dan surat izin mengemudi.

Saudi Kenalkan Layanan Digital Keimigrasian Baru, Kini Tak Lagi Repot Urus Paspor Hilang

13 February 2024 28x Artikel, Blog, Kabar Mekkah

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah meluncurkan layanan elektronik baru untuk ekspatriat dan para pengunjung termasuk jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi digital kerajaan. Kehilangan atau pencurian paspor dan hilangnya iqama (izin tinggal) dapat dilaporkan ke Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) melalui portal Absher dan Muqeem. In... selengkapnya

Dirjen Imigrasi Cabut Syarat Rekom Kemenag untuk Pengurusan Paspor

Dirjen Imigrasi Cabut Syarat Rekom Kemenag untuk Pengurusan Paspor Jemaah Umrah

23 February 2023 27x Artikel, Blog, Info Samira, Tips Umroh

Dirjen Imigrasi Cabut Syarat Rekom Kemenag untuk Pengurusan Paspor Jemaah Umrah, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), Silmy Karim mengatakan bahwa rekomendasi Kementerian Agama sudah tidak diperlukan lagi sebagai syarat pengurusan paspor bagi jemaah umrah “Sudah dicabut,” kata Silmy Karim saat dimintai keterangan pada Rabu (22... selengkapnya

Bandara Dhoho Kediri Dinilai Layak Layani Penerbangan Umrah

Bandara Dhoho Kediri Dinilai Layak Layani Penerbangan Umrah

9 September 2024 32x Artikel, Blog, Tips Umroh

Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Indonesia (Aldikapi) mendukung keberangkatan jamaah umrah lewat Bandara Dhoho, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ketua Umum Aldikapi Nofian Supriyono mengatakan infrastruktur Bandara Dhoho sudah siap membuka rute penerbangan Kediri-Jeddah untuk keberangkatan jamaah umrah. Apalagi, potensinya sangat besar men... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.