Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Pemberangkatan Jemaah Umrah Langsung dari Bandara Banyuwangi

Berbagai persiapan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam rangka mematangkan rencana pemberangkatan jemaah umrah secara langsung dari Bandara Internasional Banyuwangi.

Salah satunya, melalui pelaksanaan rapat koordinasi lanjutan yang menghadirkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) se-eks Karesidenan Besuki dan Lumajang, pada Kamis (25/1).

Rapat yang berlangsung di ruang Mas Alit, kantor Pemkab Banyuwangi itu pun turut dihadiri juga oleh Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Internasional Banyuwangi Johan Seno Acton, sebagai pihak yang mewakili bandara.

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi dan Perekonomian Dwi Yanto.

”Ini rapat kali kedua kami mengundang PPUI dengan kepala Kementerian Agama se-Karesidenan Besuki dan Lumajang,” ungkapnya dilansir Radar Banyuwangi, pada Minggu (28/1).

Dalam rapat itu, peserta menyatakan persetujuannya terkait rencana keberangkatan umrah melalui Bandara Internasional Banyuwangi dengan operator maskapai serta melibatkan PPIU sebagai penyelenggara umrahnya.

”Terkait fasilitas dan maskapai yang akan digunakan adalah Citilink dan Lion Group dengan memanfaatkan maskapai reguler yang telah berjalan. Dari Banyuwangi, nantinya transit di Kuala Lumpur, Malaysia,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerbangan umrah ini sementara akan menggunakan skema transit terlebih dulu. Tempat transitnya berada di Malaysia. Dari sana, keberangkatan menuju Arab Saudi akan menggunakan pesawat yang lebih besar, yakni maskapai Saudi Airlines.

Dwi Yanto mengatakan bahwa peserta rapat sepakat keberangkatan umrah akan menggunakan operator maskapai serta sebagai penyelenggara adalah PPIU.

Kemudian untuk penerbangan umrah perdananya, masih harus menunggu kesepakatan harga antara pihak ke tiga dengan PPIU.

”Terkait harga sudah ada pembicaraan setengah kamar antara pihak ketiga dengan PPIU,” kata Dwi Yanto.

Terkait waktu pembukaan atau penerbangan perdana umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi, Dwi Yanto mengatakan masih menunggu kesepakatan harga antara pihak ketiga dengan PPIU.

Setelah itu, barulah akan dilalukan penandatanganan kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara manajemen operator maskapai dengan para PPUI.

”Diupayakan minggu depan sudah bisa terlaksanakan penandatanganan MoU. Dengan demikian kepastian keberangkatan umrah dari terminal internasional Bandara Banyuwangi segera terwujud,” tegasnya.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Zainal Abidin turut berkomentar terkait hal ini.

”Hasilnya tinggal menunggu deal antara manajemen operator maskapai dengan travel umrah atau PPIU karena tinggal kesepakatan harga,” ungkapnya.

”Semoga saja dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa segera terealisasi,” harapnya.

sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

UMBAST 1,576 Jamaah Samira Travel (07 Sept 22)

UMBAST 1,576 Jamaah Samira Travel (07 Sept 22)

29 September 2022 17x Artikel, Info Samira, Kabar Mekkah

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zW1Qw9T0H7E[/embedyt] Post Views: 1,199 selengkapnya

oleh-oleh

Berburu Oleh-Oleh Murah di Madinah

19 June 2025 57x Artikel, Blog, Tips Umroh

Setelah menunaikan ibadah haji yang agung dan menggetarkan jiwa, tak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan untuk keluarga, sahabat, dan tetangga di tanah air, berburu Oleh-Oleh Murah di Madinah salah satu bagian aktivitas jamaah. Madinah, kota suci penuh kedamaian, menjadi salah satu tempat favorit para jemaah untuk membeli oleh-oleh sebelum pulang ... selengkapnya

15 Cara Jaga Fisik dan Mental saat Puncak Haji di Mina

15 Cara Jaga Fisik dan Mental saat Puncak Haji di Mina

Rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fase terberat dalam berhaji. Rangkaian ini juga yang menjadi pembeda antara ibadah haji dan umrah. Tiga tempat ini sering disebut titik krusial dalam rangkaian kegiatan wajib haji, karena di tiga tempat ini seluruh energi fisik dan mental akan terkuras. Sehingga tidak jarang jemaah jatuh... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.