Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Tips Menjaga Kebugaran Tubuh bagi Jemaah Lansia

Berdasarkan dari Rencana Perjalanan Haji (RPH) dari Kementerian Agama, jemaah haji tahun 2025M/1446H akan mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025. Penyelenggaraan haji tahun depan juga diprediksi masih bakal didominasi oleh jemaah lanjut usia (lansia).

Menurut Dosen Poltekkes Kemenkes Malang, dr. Endang Sari Dewi Hastuti.,MQIH  terdapat 3 kelompok kategori lansia pada penyelenggaraan haji. Kategori ini berdasarkan pada kondisi fisik, mental dan sosial lansia, serta tingkat kemandirian dan ketergantungan mereka terhadap lingkungan.

“Lansia dibedakan berdasarkan kondisi fisik, mental maupun sosial dan bagaimana seseorang apakah masih bisa mandiri atau bergantung kepada orang lain. Untuk Lansia Pra-Lanjut Usia (Pra-LU), yaitu lansia yang berusia antara 60-69 tahun. Lansia Lanjut Usia (LU), yaitu lansia yang berusia antara 70-79 tahun, dan untuk Lansia Lanjut Usia Akhir (LUA), yaitu lansia yang berusia 80 tahun ke atas,” kata dia.

Menurut data penyelenggaraan haji ditahun sebelumnya, terdapat beberapa macam penyakit yang sudah dikumpulkan yang diderita oleh calon jamaah haji diantaranya adalah hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, asma, bronkitis, dan penyakit paru.

Untuk itu, jemaah lansia diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke tanah suci. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mulai rutin melakukan olehraga fisik

Adapun berikut Tips Mempersiapkan Kebugaran bagi jemaah lansia yang hendak melaksanakan ibadah haji tahun ini:

Anjuran Kesehatan Umum Lansia Pra Keberangkatan

  1. Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima, perlu dipersiapkan dari jauh hari terutama untuk endurance (kebugaran fisik). Dalam pembinaan masa tunggu, kebugaran fisik akan ditingkatkan perlahan.
  2. Mengendalikan penyakit yang dimiliki dengan kontrol teratur setidaknya 3 tahun sebelum keberangkatan agar tidak jatuh pada kondisi bertambah parah atau masuk pada istitha’ah tidak memenuhi syarat.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan yang diminum selama masa tunggu, pemeriksaan menjelang keberangkatan.
  4. Mempertimbangkan pendampingan pada jamaah dengan risiko tinggi.
  5. mempersiapkan kondisi sebelum MCU agar mendapat hasil yang optimal karena penetapan istithaah berdasarkan aplikasi SISKOHATKES dari sekian banyak parameter MCU.
  6. Menjaga kesehatan fisik dan mental secara bersamaan.

Anjuran Kesehatan Umum Lansia Selama Berhaji:

  1. Mengkoordinasikan kondisi kesehatan kepada tempat embarkasi, dokter kloter maupun petugas PPIH jujur dengan kondisi kesehatan tidak ada yang ditutupi.
  2. Memenuhi seluruh persyaratan kesehatan sesuai nota diplomatik.
  3. Mengkonsultasikan obat-obatan yang didapat di Indonesia kepada tim kesehatan untuk penyesuaian dosis (bila perlu).
  4. Membawa obat dengan kemasan aslinya dengan jumlah cukup bagi jamaah yang memerlukan obat terus menerus.

Sumber : Himpuh

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

pengeras suara

Canggihnya Sistem Pengeras Suara di Masjidil Haram

11 December 2024 133x Artikel, Blog, Info Saudi, Tips for travellers

Sistem pengeras suara di Masjidil Haram merupakan salah satu sound system terbesar dan paling masif di dunia, karena mentransmisikan sekitar 8000 speaker yang tersebar di seluruh Masjidil Haram. Dilansir dari kantor berita Saudi SPA, Sistem Pengeras Suara di Masjidil Haram ini hanya sekadar pekerjaan teknis yang rumit, tetapi juga merupakan bukti k... selengkapnya

Saudi Syaratkan Booster

Saudi Syaratkan Booster bagi Jemaah Umrah RI Penerima Sinovac

22 July 2022 107x Artikel, Info Haji, Tips Umroh

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, mengungkapkan pemerintah Arab Saudi mengharuskan WNI penerima vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm menerima suntikan booster sebelum berangkat umrah. Hal itu diutarakan Eko menyusul keputusan Saudi yang secara resmi membuka pintu lagi bagi jemaah Indonesia untuk umrah. Eko mengatakan meski Saudi tel... selengkapnya

Cuaca Makkah Panas, Ini Imbauan untuk Jemaah Haji Indonesia

Cuaca Makkah Panas, Ini Imbauan untuk Jemaah Haji Indonesia

Makkah (Kemenag) — Jemaah haji Indonesia disambut dengan cuaca panas saat tiba di Makkah Al-Mukarramah. Suhu rata-rata di Kota Kelahiran Nabi Muhammad Saw ini berkisar antara 30 – 45 derajat Celsius. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah a... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.