Waspada! Berikut Ini Macam-macam Modus Penipuan di Tanah Suci
15 January 2025 38x Artikel, Blog, Kabar Mekkah, Tips for travellers, Tips Umroh
Banyak cara ditempuh orang untuk melakukan penipuan. Tak terkecuali, di Tanah Suci saat banyak jamaah calon haji dari berbagai penjuru dunia, berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Biasanya para penipu ini menggunakan banyak modus dan cara untuk mengelebuhi para jemaah dari mancanegara. Untuk itu jemaah haji dan umrah diharapkan agar selalu waspada, tidak terpisah dengan rombongan dan jangan gampang mudah terbujuk apapun yang ditawarkan oleh orang asing, karena itu bisa jadi modus penipuan.
Adapun berikut beberapa modus penipuan yang umum terjadi dan dialami oleh jemaah haji dan umrah di tanah suci:
1. Berpura-pura jadi Korban Pencopetan
Salah satu modus yang dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi jamaah haji korban pencopetan, yang kemudian memelas meminta bantuan orang lain. Modus penipuan itu, biasanya mulai marak di Kota Makkah, ketika kota itu pulai padat. Pelaku biasanya mengaku datang dari India atau Pakistan.
Ketika jamaah sedang istirahat atau duduk-duduk menikmati senja di pelataran Masjidil Haram, tiba-tiba akan datang sepasang pria muda dan wanita separuh baya menghampiri dengan wajah yang sangat memelas. Dan biasanya, yang menjadi sasaran mereka adalah jamaah asal Indonesia, karena dikenal tidak tegaan.
Jamaah haji asal Indonesia yang menghadapi orang seperti ini, biasanya menjadi tidak tega. Apalagi, kebanyakan jamaah tak ingin ibadah hajinya ternoda oleh prasangka buruk.
Biasanya, pria yang mengaku dari Pakistan ini, akan meminta derma beberapa puluh riyal. Namun bila diberi 10 riyal saja, maka pasangan pria wanita itu akan langsung ngeloyor pergi sambil tersenyum puas.
Tapi jangan kaget, bila beberapa menit kemudian akan didatangi lagi pasangan asing yang juga bertampang India atau Pakistan. Bisa saja, yang wanitanya saat itu diakui sebagai ibu si pria karena usianya lebih tua. Dan Lucunya, apa yang diucapkan pasangan ini, sama dengan pasangan sebelumnya. Keduanya juga membawa tas yang tampak habis disilet, kemudian mengaku habis kecurian.
Kalau kali ini anda menolak memberi derma, maka jangan kaget kalau kemudian mereka mengumpat dan mengomel tidak karuan.
2. Joki Hajar Aswad
Bagi anda yang baru pertama kali menjalankan ibadah haji maupun umrah, jangan heran dengan para joki yang bertebaran di sekitar Ka’bah. Mereka biasanya menawarkan diri untuk bisa mengawal anda sampai di Hajar Aswad.
“Bu /Pak mau cium Hajar Aswad?”. Itulah pertanyaan yang biasa dikatakan Joki Hajar Aswad saat seseorang yang tampak kebingungan berada di sekitar Ka’bah. Para Joki Aswad ini terdiri dari beberapa orang yang seolah-olah mau membantu jamaah haji yang mau mencium Hajar Aswad. Biasanya pelaku perjokian ini ada timnya. Setiap tim yang berjumlah dua atau tiga orang .
Jemaah yang mendapat penawaran seperti ini sebaiknya ditolak saja dengan tegas. Karena bila jemaah tersebut sepakat, para joki tersebut akan meminta uang yang tidak masuk akal untuk biaya jasa mengantarkan jemaah mencium hajar aswad. Harga yang diminta biasanya berkisar diangka Rp 4 juta atau bahkan lebih.
3. Penyewaan Gunting untuk Tahallul
Di sekitar Masjidil Haram, beberapa penipu menawarkan penyewaan gunting untuk tahallul dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga seharusnya. Mereka memanfaatkan kesempatan ini karena banyak jamaah yang tidak membawa peralatan sendiri dan terpaksa menggunakan layanan mereka dengan harga yang tidak adil.
Biasanya modus ini dilakukan dengan mengincar jemaah yang hendak menyelesaikan proses Sa’i. Jadi jika anda menemui orang yang menawarkan jasa meminjamkan gunting saat melaksanakan Sa’i sebaiknya ditolak saja.
4. Mengaku sebagai Pengungsi
Beberapa penipu memanfaatkan belas kasihan dan rasa empati jamaah terhadap pengungsi yang berkumpul di sekitar Masjid Nabawi. Mereka menggunakan situasi ini untuk meminta sumbangan dengan dalih membantu pengungsi, padahal uang yang mereka kumpulkan mungkin tidak benar-benar digunakan untuk tujuan yang baik.
Biasanya mereka mengaku sebagai para pengungsi dari Palestina, Suriah atau bahkan orang sakit. Para jemaah Indonesia yang terkenal tidak tegaan dihimbau untuk waspada, karena jumlah sumbangan yang diminta biasanya cukup besar.
5. Tukang Foto Keliling di Jabal Rahmah
Di Jabal Rahmah, beberapa tukang foto keliling menawarkan jasa fotografi kepada jamaah dengan harga yang tidak wajar dan bahkan memaksa jamaah untuk menggunakan layanan mereka. Mereka kadang-kadang menggunakan taktik agresif atau memaksa agar jamaah membayar jumlah yang tidak sesuai dengan layanan yang mereka berikan.
Modusnya biasanya mereka menawarkan sorban yang mereka pakai untuk dikenakan oleh jemaah lalu kemudian difoto, ketika hasil fotonya ditunjukan, si Penipu ini akan meminta biaya yang tidak masuk akal. Jemaah mancanegara biasanya banyak yang terkecoh dengan modus ini. Karena berkunjung ke Jabal Rahmah, selain berziarah tentunya jemaah ingin mengabadikan momen kunjungannya dengan mengambil foto maupun video.
sumber : Himpuh
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Arab Saudi Buka Pelaksanaan Haji, DPR Desak Menag Cabut Penundaan Ibadah Haji
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi pada Rabu (10/06) mengumumkan akan membuka Ibadah haji tahun 2020. Hal tersebut disampaikan Wachid berdasarkan sumber informasi yang didapatnya. Akan hal tersebut, Wachid bahkan mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi pun meminta bagi negara-negara yang ... selengkapnya
Syekh Al-Sudais Ajak Para Peziarah Ikut Jaga Kesucian Masjid
Imam besar Masjidil Haram Syekh Dr. Abdul Rahman Al-Sudais menghimbau umat muslim yang berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah senantiasa memperhatikan etika dan tatakrama yang berlaku. Syekh Al-Sudais juga mengajak semua jemaah yang berziarah ikut bertanggungjawab dalam menjaga kesucian Masjid Nabawi. Hal ini Ia sampaikan saat mengisi ceramah umum di Mas... selengkapnya
Saudi Mengembangkan Solusi Digital yang Inovatif
Arab Saudi telah meluncurkan inisiatif baru untuk meningkatkan layanan bagi jamaah haji dengan mengembangkan solusi digital yang inovatif. Dilansir dari gulfnews, Kementerian Haji dan Umrah serta Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA) telah menandatangani nota kesepahaman untuk memanfaatkan produk pintar bagi jamaah haji dan membangun basis penget... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8323-4776 -
Whatsapp
085283234776 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com

