Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » 7 Fakta dan Keistimewaan Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah batu yang berada pada salah satu sisi ka’bah yang kita disunnhakan untuk menciumnya  jika mampu pada salah satu manasik haji dan umrah. Batu ini berwarna hitam karenanya dinamakan sebagai hajar yang berarti batu dan aswad yang berarti hitam.

Hajar Aswad bukanlah batu biasa, melainkan batu yang sangat istimewa dimata umat muslim. Ada beberapa keutamaan yang pastinya akan membuat Anda makin ingin menyentuh dan menciumnya langsung di tanah suci. Salah satunya, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, “Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari surga.”

Dibalik posisi dan keistimewaannya, ada sederet fakta menarik terkait Hajar Aswad yang mungkin kurang diketahui umat muslim. Apa saja itu?, Berikut ulasannya:

1. Kesunahan Mencium Hajar Aswad

Agama mensyariatkan mencium serta mengusapkan tangan pada batu hitam ini. Hal tersebut sesuai dengan kisah Sayyidina Umar radliyallahu anh, yang suatu saat mendatangi Hajar Aswad lalu menciumnya. Umar berkata:

إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ، لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Artinya: “Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi  wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” (HR Bukhari)

Hadits di atas dapat kita pahami, Umar telah menyaksikan Rasul mencium Hajar Aswad dengan mata kepalanya sendiri, sehingga menjadikannya ingin meniru perilaku Nabi sebagaimana di atas.

2. Terletak di Pojok Kabah

Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak tepat di pojok Ka’bah pada bagian timur laut Ka’bah. Sudut ini yang dibangun pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim bersama Ismail.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 127)

3. Menjadi Titik Awal Thawaf

Hajar Aswad berada di tempat di mana posisinya selalu menjadi permulaan tawaf, yaitu terletak pada bagian sudut timur laut dari bangunan Ka’bah. Sedangkan semua orang tawaf selalu memulai tawafnya dari situ.

4. Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Pada hari kiamat, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi siapa saja yang pernah menyentuhnya dengan sungguh-sungguh sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam kitab as-Sunan karya at-Tirmidzi dan al-Ausath karya at-Thabrany.

Dalam beberapa riwayat juga dikatakan Hajar Aswad akan memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah subhânahû wa ta’âlâ sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat at-Thabrany. Meskipun hadits ini ada banyak tinjauan-tinjauan di sana.

5. Hendak dihancurkan dan dirusak

Pada abad ke-11 seorang pria yang diduga diutus Khalifah Fatimiyah al-Hakim bin-Amr disebut berupaya menghancurkan Hajar Aswad tetapi terbunuh di tempat. Kejadian itu menyebabkan sedikit kerusakan pada batu suci tersebut.

Sementara itu, sekitar 1674, menurut Jihann Ludwig Burckhardt, seseorang diduga mengolesi Hajar Aswad dengan kotoran sehingga “setiap orang yang menciumnya ternoda.”

6. Sempat dicuri

Hajar Aswad dilaporkan sempat dicuri dari Kabah sekitar tahun 930 Masehi oleh pasukan Qarmatians saat menjarah Mekah.

Prajurit Qarmatians kemudian membawa batu tersebut ke wilayah mereka di Ihsaa atau Hajar (Arab Timur Modern).

Kelompok itu juga menodai aliran sumur air Zamzam dengan jasad para Muslim yang tewas dalam peristiwa itu.

Menurut sejarawan Ottoman Qutb al-Din, pemimpin Qarmatians saat itu memasang Hajar Aswad di masjidnya sendiri, Masjid Al-Dirar, dengan maksud mengalihkan ibadah haji dari Mekah.

Namun, upaya itu gagal karena para jemaah terus menghormati Kabah. Menurut sejarawan Al Juwayni, pada tahun 952 Masehi, Hajar Aswad dikembalikan ke tempat aslinya.

7. Pecah berkeping

Hajar Aswad semula berbentuk batu utuh. Namun, karena berbagai insiden yang menimpa selama sejarahnya, batu itu kini terpecah menjadi delapan bagian dengan ukuran yang berbeda-beda.

Saat ini, Hajar Aswad telah ditempelkan ke sebuah batu yang lebih besar dan dibingkai oleh perak. Bingkai itu dibuat oleh Abdullah bin Zubair.

Dikutip Life in Saudi Arabia, enam pecahan hajar aswad lainnya diklaim berada di Istanbul, Turki. Satu dipajang di Blue Mosque, satu ditempatkan di Makam Nabi Sulaiman, dan empat lainnya di Masjid SokulluSehit Mehmet PasaCamii.

sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Mengapa Harus Samira Travel untuk Haji?

Mengapa Harus Samira Travel untuk Haji?

24 October 2024 196x Artikel, Blog, Info Samira

Samira Travel telah menjadi pilihan calon jemaah haji karena berbagai alasan. Berikut beberapa faktor yang membuat mereka memilih Samira Travel: Namun, sebelum memutuskan untuk memilih Samira Travel atau biro perjalanan haji lainnya, sebaiknya Anda melakukan beberapa hal berikut: Penting untuk diingat bahwa memilih biro perjalanan haji adalah keputusan yang ... selengkapnya

Wakil Emir Pastikan Seluruh Layanan di Makkah Sudah Siap

Wakil Emir Pastikan Seluruh Layanan di Makkah Sudah Siap untuk Sambut Jemaah Haji 2024

17 May 2024 79x Artikel, Info Haji, Kabar Mekkah

Wakil Emir wilayah Makkah Pangeran Saud bin Mishal melakukan tur inspeksi ke situs-situs suci pada hari Kamis (16/05). Dalam Inspeksi tersebut, Pangeran Saud bin Mishal meninjau kemajuan persiapan  sejumlah instansi, departemen, dan fasilitas pemerintah dan swasta dalam menerima tamu-tamu Allah pada ibadah haji tahunan yang akan datang. Ditemani sejumlah p... selengkapnya

Raudhah

Jadwal Kunjungan Resmi Masuk Raudhah Masjid Nabawi

9 December 2024 189x Artikel, Blog, Tips for travellers

Otoritas Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menetapkan jadwal kunjungan resmi bagi jemaah laki-laki dan perempuan untuk mengunjungi Al Raudhah Al Sharifa, tempat makam Nabi Muhammad (saw) berada di masjid tersuci kedua umat Islam di Madinah. Dilansir dari gulfnews, Waktu harian terpisah ditetapkan bagi jamaah laki-laki dan perempuan, yang dihar... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.