Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Layanan Kartu Kesehatan bagi Jemaah Haji

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kerajaan Arab Saudi hari ini mengumumkan tonggak baru kolaborasi kesehatan digital untuk memperluas inisiatif kartu kesehatan jemaah haji guna mendukung proses istithaah kesehatan sekitar 3 juta jemaah yang melakukan ibadah haji setiap tahun.

Dilansir dari laman resmi WHO Selasa (22/10), Kartu kesehatan haji merupakan sebuah perangkat kesehatan digital baru yang dibangun di atas Jaringan Sertifikasi Kesehatan Digital Global WHO dengan menggunakan infrastruktur kunci publik untuk meringkas informasi kesehatan jemaah penting secara aman, termasuk kebutuhan pengobatan jamaah haji, alergi, status imunisasi, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Melalui kartu tersebut, Para jemaah dapat berbagi informasi kesehatan mereka dengan penyedia layanan medis yang berwenang, memastikan akses ke ringkasan pasien yang akurat dan terkini, dan bertujuan untuk memfasilitasi perawatan kesehatan yang dipersonalisasi dan berkualitas tinggi selama ibadah haji, katanya.

“Hari ini menandai kemajuan penting dalam dukungan WHO kepada Negara Anggota untuk memperluas akses ke perangkat kesehatan digital yang lebih aman dan berpusat pada orang agar orang dapat meningkatkan akses mereka ke perawatan kesehatan yang berkualitas kapan dan di mana mereka membutuhkannya,” kata Kepala Ilmuwan WHO, Jeremy Farrar, dalam pernyataan resmi WHO.

“Kami berterima kasih atas kerja sama yang luar biasa dengan Kerajaan Arab Saudi, negara-negara peserta, dan Kantor Regional WHO untuk Mediterania Timur, dan berharap dapat mendukung lebih lanjut pembangunan kapasitas dan infrastruktur di negara-negara yang beralih ke sistem kesehatan yang lebih digital,” tambah Farrar.

Ibadah haji adalah “ziarah terbesar” di dunia, yang menarik hampir 3 juta Muslim dari lebih dari 180 negara setiap tahun untuk melakukan ritual Islam di Mekkah, Arab Saudi. WHO menggarisbawahi, seraya menambahkan bahwa fase uji coba yang dilakukan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa praktik tersebut meningkatkan keselamatan dan kualitas perawatan para peziarah saat melaksanakan haji.

Pada penyelenggaraan haji tahun 2024, lebih dari 250.000 jemaah haji dari 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Oman, diberikan kartu kesehatan haji, sebagai bagian dari kerja sama percontohan antara WHO dan Arab Saudi. Tahap uji coba ini menunjukkan bahwa setiap negara mampu menggunakan standar global untuk menerbitkan versi kartu nasional mereka sendiri, yang meningkatkan keselamatan dan kualitas perawatan jemaah haji selama melaksanakan ibadah haji.

WHO dan Arab Saudi sepakat untuk bekerja sama lebih lanjut guna meningkatkan dan memperluas program percontohan kartu kesehatan haji yang sukses. Keahlian dan dukungan dari pemerintah Saudi dan mitra pelaksana digital mereka, LEAN, akan memungkinkan peningkatan keamanan data dan dukungan teknis penting bagi negara-negara lain yang bergabung dalam program kartu kesehatan haji.

“Kemitraan yang menarik antara Kerajaan Arab Saudi dan Organisasi Kesehatan Dunia untuk memperluas inisiatif kartu kesehatan haji ini meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan jutaan jemaah,” kata Dr. Hanan Balkhy, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur (EMRO). “Dengan memanfaatkan solusi kesehatan digital, kami memperkuat kualitas perawatan, dan membantu memperkuat sistem kesehatan di Kawasan Mediterania Timur dan di seluruh dunia,” bunyi pernyataan resmi WHO.

Kartu Kesehatan Jemaah Haji di Indonesia

Kartu kesehatan jemaah haji (KKJH) sudah diterapkan di Indonesia sejak penyelenggaraan haji tahun 2023. KKJH merupakan kartu identitas bagi jemaah haji yang memuat informasi Kesehatan seperti  rekam medis, vaksinasi, dan riwayat pembinaan kesehatan jemaah haji. Didalam kartu ini dilengkapi barcode dan QR code yang bisa digunakan bagi tenaga kesehatan untuk mengakses informasi kesehatan dari jemaah haji sesuai nomor porsi melalui aplikasi tele-petugas.

KKJH memiliki 2 kelompok warna yaitu oranye dan putih. Jemaah haji dengan KKJH warna oranye merupakan jemaah haji yang masuk dalam status kesehatan risiko tinggi. Sedangkan jemaah yang masuk dalam kategori putih masuk dalam status kesehatan tidak berisiko.

Status kesehatan risiko tinggi ditetapkan bagi jemaah haji dengan kriteria yaitu berusia 60 tahun atau lebih; dan/atau memiliki faktor risiko kesehatan dan gangguan kesehatan yang potensial menyebabkan keterbatasan.

KKJH sangat memudahkan bagi tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan & pembinaan kesehatan bagi jemaah haji. Harapannya kesehatan dari jemaah haji lebih terjaga sehingga ibadanya dapat berjalan lancar.

Baca Juga : Mengapa harus berHaji di Samira Travel

Setiap jemaah haji disarankan untuk selalu membawa KKJH terutama saat meninggalkan pondokan. Hal ini dilakukan supaya  memudahkan petugas kesehatan mengakses informasi kesehatan jemaah dari scan barcode yang tercantum dalam KKJH.

sumber : Himpuh

Tags: ,

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Jama'ah Samira Menikmati Shalat Tahajud di Masjidil Haram

Jama’ah Samira Menikmati Shalat Tahajud di Masjidil Haram

14 February 2023 168x Artikel, Blog, Info Samira

Jama’ah Samira Menikmati Shalat Tahajud di Masjidil Haram, Siapa yang tak ingin bisa shalat di Masjidil Haram? Tempat yang setiap kali shalatnya setara dengan 100 ribu kali shalat di masjid biasa. Hanya sedikit orang yang beruntung dari 1.6 Miliar umat Islam di seluruh dunia yang dapat menundukkan kepala untuk bersujud secara langsung di Baitullah, sha... selengkapnya

Kisah Kedermawanan Sulaiman Al-Rajihi, Miliader Terkaya Arab Saudi

Kisah Kedermawanan Sulaiman Al-Rajihi, Miliader Terkaya Arab Saudi yang Sumbangkan Semua Hartanya untuk Amal

19 December 2023 102x Artikel, Blog, Info Samira, Kabar Mekkah

Kisah Kedermawanan Sulaiman Al-Rajihi, Miliader Terkaya Arab Saudi, Miliader asal Arab Saudi bernama Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi mengajarkan pelajaran berharga bagi umat manusia di dunia secara keseluruhan. Bagaimana tidak, salah satu orang terkaya di dunia ini rela miskin dan dikeluarkan dari grup Billionaire Club demi bisa beramal untuk umat manusia. ... selengkapnya

Pentingnya Mempersiapkan Kesehatan Sebelum Pergi Haji

Kemenag : Pentingnya Mempersiapkan Kesehatan Sebelum Pergi Haji

17 February 2023 69x Artikel, Info Haji, Info Samira

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama meminta jemaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1444H/2023M ini mempersiapkan kesehatan fisiknya menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci. Demikian dikatakan Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat dałam sambutannya pada peresmian Asrama Haji Transit Provinsi Ka... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.