Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » 7 Gunung Bersejarah yang Mengelilingi Masjidil Haram

Kota suci Makkah tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga dikelilingi bentang alam yang menyimpan jejak sejarah panjang. Di antara elemen alam yang paling menonjol adalah tujuh gunung yang mengelilingi kota ini. Gunung-gunung tersebut bukan sekadar latar panorama, melainkan saksi bisu dari peristiwa-peristiwa monumental yang membentuk perjalanan sejarah Islam.

Sejak masa pra-Islam hingga zaman modern, gunung-gunung di sekitar Makkah telah memainkan peran penting. Ada yang menjadi lokasi pertemuan sejarah, tempat turunnya wahyu, medan pertempuran, bahkan titik awal kisah hijrah Nabi Muhammad SAW. Sebagian di antaranya kini telah menjadi kawasan modern yang ramai, sementara yang lain tetap mempertahankan keaslian alamnya. Bagi para peziarah, mengenal kisah dan keistimewaan gunung-gunung ini dapat menambah kekhusyukan dalam beribadah.

1. Gunung Abu Qubais

Gunung Abu Qubais menjulang di sebelah timur Masjidil Haram dan kerap disebut sebagai gunung pertama yang muncul di Bumi. Dalam sejarah pra-Islam, gunung ini dijuluki Al-Amin atau “yang dapat dipercaya”. Gelar ini lahir karena gunung ini pernah menjadi tempat penyimpanan Hajar Aswad setelah banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS. Kepercayaan ini menjadikan Abu Qubais memiliki kedudukan khusus di hati umat Islam. Dari puncaknya, pengunjung dapat melihat pemandangan Masjidil Haram dan sekitarnya, memberi kesan mendalam bagi yang ingin merenungkan sejarah suci kota ini.

2. Gunung Khandama

Berada di belakang Gunung Abu Qubais, Gunung Khandama menjadi salah satu titik tertinggi yang menawarkan panorama luar biasa. Dari puncaknya, terlihat jelas hamparan Kota Makkah dengan Masjidil Haram sebagai pusatnya. Gunung ini juga menjadi saksi perubahan besar kota, dari pemukiman tradisional hingga pusat ibadah modern. Keindahan alam dan nilai sejarah berpadu, menjadikan Khandama destinasi populer bagi peziarah maupun fotografer yang ingin mengabadikan momen.

3. Gunung Quaiqian (Jabal Hindi)

Gunung Quaiqian, atau Jabal Hindi, terletak di sebelah barat Masjidil Haram. Nama “Quaiqian” diyakini berasal dari bunyi dentingan pedang saat pertempuran besar antara suku Jurhum dan Katura di masa lalu. Peristiwa itu meninggalkan jejak sejarah yang menegaskan pentingnya gunung ini dalam konteks pertahanan dan identitas wilayah Makkah. Kini, kawasan sekitarnya menjadi salah satu area urban yang ramai, tetapi tetap menyimpan memori kejayaan masa lalu.

4. Jabal Nur

Sekitar 7 km timur laut Makkah berdiri Jabal Nur, gunung yang terkenal karena Gua Hira di puncaknya. Di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari malaikat Jibril berupa lima ayat pertama surah Al-Alaq. Peristiwa ini menandai awal kenabian dan menjadi titik balik sejarah dunia. Pendakian menuju Gua Hira cukup menantang, tetapi banyak peziarah yang rela menempuh perjalanan ini untuk merasakan kedekatan spiritual dan menghayati momen sejarah yang agung.

5. Gunung Tsur

Gunung Tsur, sekitar 3 km dari Kakbah, dikenal sebagai tempat persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar As-Shiddiq dalam peristiwa hijrah ke Madinah. Di Gua Tsur yang berada di lerengnya, mereka berlindung dari kejaran Quraisy selama tiga hari. Dalam riwayat disebutkan, Allah melindungi mereka dengan mengirimkan laba-laba yang menutupi pintu gua dengan jaring, sehingga musuh menyangka gua itu kosong. Gunung ini menjadi simbol perlindungan Ilahi dan strategi bijak dalam perjuangan dakwah.

6. Jabal Omar

Berbeda dari gunung lainnya, Jabal Omar kini menjadi pusat pengembangan kawasan modern di Makkah. Letaknya di sebelah barat Masjidil Haram, membentang dari Al-Shabika hingga Al-Misfalah. Di kawasan ini berdiri deretan hotel mewah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik yang melayani jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahunnya. Meski telah dipenuhi bangunan modern, nama “Jabal Omar” tetap mengingatkan pada topografinya sebagai salah satu bukit besar di kota suci.

7. Gunung Thabir

Gunung Thabir berada di sebelah timur Makkah, berhadapan langsung dengan Jabal Nur. Dalam tradisi Islam, gunung ini diyakini sebagai lokasi di mana kambing hitam dikirim sebagai pengganti Nabi Ismail AS pada peristiwa kurban yang diuji kepada Nabi Ibrahim AS. Kisah ini menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah. Bentuknya yang gagah dan lokasinya yang strategis membuatnya tetap dikenal di kalangan masyarakat Makkah hingga kini.

Tujuh gunung ini bukan hanya membentuk lanskap Makkah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah Islam. Mengenal kisah-kisahnya bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menguatkan koneksi spiritual bagi setiap Muslim yang mengunjungi kota suci ini.

sumber : himpuh

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

15 Cara Jaga Fisik dan Mental saat Puncak Haji di Mina

15 Cara Jaga Fisik dan Mental saat Puncak Haji di Mina

Rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fase terberat dalam berhaji. Rangkaian ini juga yang menjadi pembeda antara ibadah haji dan umrah. Tiga tempat ini sering disebut titik krusial dalam rangkaian kegiatan wajib haji, karena di tiga tempat ini seluruh energi fisik dan mental akan terkuras. Sehingga tidak jarang jemaah jatuh... selengkapnya

dam

Menyambut Baik Usulan Penyembelihan Hewan Dam di Tanah Air

23 December 2024 146x Artikel, Blog, Info Saudi, Qurban, Tips Umroh

Dam adalah denda yang harus dibayar saat seseorang menunaikan ibadah haji karena beberapa sebab. Salah satunya adalah saat jemaah memilih untuk menunaikan ibadah haji Tamattu’ (menjalankan umrah terlebih dahulu, baru kemudian menunaikan ibadah haji). Haji Tamattu’ menjadi pilihan mayoritas jemaah haji Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar berbagi kisa... selengkapnya

Doa yang di Ajarkan Imam al Ghazali Saat di Baitullah

Doa yang di Ajarkan Imam al Ghazali Saat di Baitullah

29 August 2023 159x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Rasulullah SAW ketika melewati Dar Ya’la beliau menghadap kiblat lalu berdoa. Dar Ya’la adalah suatu tempat dekat dengan Baitullah . Itu sebabnya Imam al-Ghazali dalam ” Ihya Ulumuddin ” menyebutkan bahwa termasuk adab yang harus dilakukan oleh orang yang haji atau umrah ketika sudah dekat dengan Baitullah hen... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.