Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » BPKH Tekor Rp1,02 Triliun untuk Biaya Haji 2024, Kok Bisa?

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengeluarkan dana nilai manfaat sebesar Rp8,2 triliun rupiah atau Rp37,3 juta per jemaah untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Hal ini diputuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan dan BPKH di Jakarta pada Senin (27/11).

Dengan demikian dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 yang disepakati Pemerintah dan DPR sebesar Rp 93,4 juta, jemaah haji rata-rata hanya membayarkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp56 juta atau dengan komposisi 60% saja.

Meski menyambut secara positif keputusan rapat yang mempertimbangkan besaran Bipih lebih besar daripada subsidi nilai manfaat untuk menjaga nilai isthita’ah bagi jamaah haji, BPKH menyebut dengan komposisi 60%-40% ada kekurangan sebesar Rp1,02 triliun untuk menutup biaya haji tahun 2024.

“Kalau 60-40, kita ada kekurangan sebesar Rp 1,02 triliun yang akan ditutup dengan cadangan Nilai Manfaat BPKH,” kata Anggota BPKH Acep Riana dalam rapat dengan panitia kerja Komisi VIII DPR RI, di Gedung DPR, Senin (27/11/2023).

Acep menjelaskan BPKH telah melakukan simulasi 3 skenario terkait pembiayaan BPIH 2024. Pertama adalah skenario 70% BPIH ditanggung jamaah lewat mekanisme Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipiih) dan 30% ditanggung Nilai Manfaat. Nilai Manfaat di sini adalah uang setoran awal jamaah yang dikelola oleh BPKH.

Apabila skenario 70:30 ini dilaksanakan, maka Nilai Manfaat yang dikeluarkan oleh BPKH pada penyelenggaran haji 2024 adalah sebesar Rp 6,15 triliun. Dengan skenario itu, BPKH masih bisa menikmati surplus Rp 1,09 triliun.

Skenario hitung-hitungan kedua yang dilakukan BPKH adalah komposisi 65% Bipih dengan 35% Nilai Manfaat. Dengan skenario ini, BPKH hanya perlu menganggarkan Nilai Manfaat sebesar Rp 7,18 triliun. BPKH masih bisa surplus Rp 300 miliar dengan skenario kedua.

Sementara, untuk skenario ketiga 60% Bipih dan 40% Nilai Manfaat, total dana yang harus dikeluarkan oleh BPKH adalah Rp 8,2 triliun. Dengan skenario ketiga ini, maka BPKH akan mengalami defisit untuk tahun 2024 sebanyak Rp 1,02 triliun.

“Kami ulangi kalau 70-30 kita akan surplus Rp 1,09 triliun, kalau 65-35 kita surplus Rp 300 miliar, sedangkan kalau 60-40 kami ada kekurangan sebesar Rp 1,02 triliun yang akan ditutup dari cadangan Nilai Manfaat BPKH,” kata Acep.

Seperti dijelaskan di atas bahwa komposisi nilai manfaat akan diberikan kepada jemaah haji sebesar 40% atau Rp 37,3 juta. Dengan jumlah jamaah tahun depan yang mencapai 241 ribu orang, maka pemerintah secara total harus mengeluarkan dana hingga Rp 20,17 triliun untuk memberangkatkan seluruh jamaah ke Tanah Suci.

Apabila peserta haji hanya membayar sebanyak Rp 56 juta, maka dana yang berhasil terkumpul barulah Rp 12,51 triliun. Artinya, BPKH harus mengeluarkan dana dari Nilai Manfaat sebanyak Rp 8,2 triliun untuk menambal kekurangan tersebut.

Padahal, pendapatan BPKH setiap tahun dari setoran awal peserta haji Rp 25 juta, plus setoran lunas Rp 10 juta per jamaah (kuota haji per tahun 203 ribu jamaah) baru mencapai Rp 7,1 triliun.

“Nilai manfaat dari BPKH adalah Nilai Manfaat tahun berjalan. Nah itu sekitar Rp 7,1 triliun, tapi itu kurang, sehingga harus menggunakan cadangan nilai manfaat Rp 1,02 triliun,” kata Acep ditemui seusai rapat.

Meski harus menambal sebanyak Rp 1 triliun, Acep menjamin keuangan BPKH saat ini masih aman. Namun, ke depannya Acep mengatakan formulasi mengenai perbandingan Bipih dan Nilai Manfaat harus terus menerus dievaluasi.

Dia mengatakan evaluasi komposisi BPIH sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh pemerintah maupun DPR sejak 2023. Pada 2023, kata dia, komposisi antara Bipih dan Nilai Manfaat adalah 55% banding 45%. Komposisi itu diubah dengan menambahkan persentase Bipih-Nilai Manfaat menjadi 60%-40% pada 2024. Dia mengatakan naiknya persentase Bipih itu harus dilakukan mengingat biaya haji yang naik terus tiap tahun.

“Kalau terus-terusan kaya dulu 50% banding 50% ya habis, tapi kalau ditingkatkan terus insya Allah, karena kan biaya di Arab Saudi naik terus,” kata dia.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Makna Slogan 17 Agustus 2022

Makna Slogan 17 Agustus 2022

11 August 2022 60x Artikel, Info Samira

Slogan 17 Agustus 2022 perlu diketahui oleh masyarakat. Hal ini dalam rangka untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Tahun ini, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau HUT RI adalah ke 77 tahun. Simak informasi selengkapnya tentang slogan 17 Agustus 2022 melalui penjelasan berikut ini. Slogan 17 Agustus 2022: Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih ... selengkapnya

Menikmati Indahnya Kota Makkah

Menikmati Indahnya Kota Makkah dan Belajar Astronomi di Museum Menara Zam-zam

16 November 2023 140x Blog, Kabar Mekkah

Menikmati Indahnya Kota Makkah dan Belajar Astronomi di Museum Menara Zam-zam, Sebagai umat muslim, Makkah merupakan kota impian di mana kita bisa menjalani ibadah umrah dan haji. Selain menjadi tempat beribadah yang penuh makna, Makkah juga menawarkan keindahan alam, sejarah yang kaya hingga destinasi wisata yang mempesona. Salah satu destinasi wisata yang ... selengkapnya

mekkah taxi

Saudi Luncurkan “Makkah Taxi”, Layanan Transportasi Baru

15 January 2025 84x Artikel, Blog, Info Saudi

Arab Saudi meluncurkan layanan transportasi baru bernama Makkah Taxi, sebuah inisiatif yang dikembangkan oleh Pusat Transportasi Umum Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci (RCMC), dengan lisensi operasi pertama di bawah sistem konsesi kontrak di Makkah. Peluncuran Makkah Taxi dihadiri oleh Wakil Emir Wilayah Makkah Pangeran Saud bin M... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.