PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah untuk mendorong optimalisasi dana murah sekaligus membantu masyarakat mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan potensi pasar Tabungan Haji di Indonesia sangat besar. Setiap tahun, Indonesia mengirim sekitar 221 ribu jemaah haji atau 1/1000 dari total penduduk, sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 84,7% atau sekitar 172 ribu orang berangkat menggunakan Tabungan Haji BSI.
“Masa tunggu haji yang panjang harus dipersiapkan dengan baik, antara lain dengan terus menabung untuk dana pelunasan haji, sehingga 15–25 tahun mendatang dana haji sudah siap,” ujar Anton, Rabu (13/08). Ia mengingatkan, biaya haji berpotensi naik seiring inflasi dan perubahan nilai tukar.
Waiting List Capai 5,2 Juta Orang
Mengacu data Kementerian Agama, daftar tunggu jemaah haji Indonesia kini mencapai 5,2 juta orang. Menariknya, 62,70% atau sekitar 3,2 juta di antaranya adalah nasabah Tabungan Haji BSI. Masa tunggu bervariasi antara 16 hingga 36 tahun, bergantung pada wilayah asal.
BSI mencatat, tren Tabungan Haji tumbuh 18,74% year-on-year menjadi 6,18 juta rekening, dengan total dana Rp14,2 triliun. Sekitar 12% nasabahnya adalah milenial berusia 25–35 tahun yang mulai menabung sejak dini.
Anton juga menyoroti fakta bahwa setiap tahun masih ada jemaah yang gagal berangkat meski sudah masuk kuota. Penyebabnya beragam, mulai dari keterlambatan atau ketidaksanggupan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH), masalah kesehatan menjelang keberangkatan, hingga dokumen yang tidak valid.
Hadiah Umrah untuk Nasabah
Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah dirancang untuk mendorong kedisiplinan menabung. Nasabah bisa ikut undian hadiah umrah setiap melakukan top-up saldo Rp1 juta, dengan syarat saldo akhir bulan dan saldo rata-rata bulanan minimal Rp5 juta.
BSI juga menawarkan opsi menabung otomatis lewat autodebet mulai Rp100 ribu per bulan, serta program blokir dana Mabrur Extra Rezeki (MAXI). Program berhadiah umrah ini berlangsung 1 Agustus hingga Desember 2025.
“Dengan program ini, alokasi Tabungan Haji jadi lebih terencana. Saat pelunasan tiba, dana sudah siap tanpa perlu menjual aset atau mencari sumber pendanaan lain,” kata Anton.
sumber : himpuh
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Diduga Promosikan Produk Umrah Backpacker, Kemenag Polisikan
Diduga Promosikan Produk Umrah Backpacker, Kemenag Polisikan Founder Makkah Trip, Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menempuh jalur hukum untuk menertibkan pihak-pihak yang diduga dengan sengaja mempromosikan kegiatan umrah non prosedural, seperti umrah mandiri atau umrah backpacker. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin mengaku telah mem... selengkapnya
Jabal Abu Qubais Fakta Unik yang Perlu Kita Ketahui !
Jabal Abu Qubais atau Jabal Qubais adalah salah satu gunung yang terletak di sebelah timur Makkah. Gunung ini berdekatan dengan Masjidil Haram. Keadaannya saat ini sudah berubah menjadi istana Raja. Mengutip buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi oleh Riziem Aizid, Jabal Abu Qubais berhadapan dengan Jabal Quayqian. Di gunung ini pula menjadi lokasi ditemukannya kem... selengkapnya
Entry Vaksin Covid-19 di Siskopatuh Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Entry Vaksin Covid-19 di Siskopatuh Dihentikan Sementara, Ini Alasannya, Proses entry sertifikat vaksin Covid-19 di dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) untuk sementara dihentikan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Firman M Taufik. Menurut Firman, peng... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8323-4776 -
Whatsapp
085283234776 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com

