Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Bulan Rabiul Awal, Kenali Keutamaan dan Peristiwa Penting !

Bulan Rabiul Awal adalah salah satu bulan yang memiliki nilai dan keutamaan istimewa dalam agama Islam. Bulan ini memiliki tempat yang istimewa dalam hati umat Islam karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, manusia yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Karenanya, Rabiul Awal menjadi bulan yang penuh dengan berkah dan keutamaan bagi umat Islam. Banyak ulama menyebutkan bahwa bulan ini adalah bulan kelahiran cahaya, bulan yang membawa rahmat, dan bulan yang mendatangkan keberkahan bagi umat. Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah puncak dari segala keutamaan bulan ini, karena beliau adalah utusan terakhir yang diutus untuk membawa risalah Islam bagi seluruh umat manusia.

Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti membaca shalawat, mempelajari sirah Nabawiyah, dan mengingat jasa-jasa Nabi Muhammad SAW. Keutamaan lainnya adalah momen ini dapat digunakan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, dengan meningkatkan amal kebaikan dan mengikuti sunnah-sunnahnya. Dalam kalender islam tahun 1446H, Bulan Rabiul Awal ini dimulai pada hari ini Kamis 05 September 2024.

Pada bulan ini ada kurang lebih tiga peristiwa penting yang menyebabkan bulan Rabiul Awal begitu mulia bagi umat Islam, yaitu:

Kelahiran Nabi Muhammad

Pertama, Nabi Muhammad Saw dilahirkan di bulan tersebut pada Senin, 12 Rabiul Awal 571 Masehi (Tahun Gajah) di Makkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.

Dalam kitab adz-Dzakhair al-Muhammadiyah, Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki menjelaskan, Nabi Muhammad tidak mulia karena masa atau waktu. Justru sebaliknya, masa atau waktu yang menjadi mulia karena kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Hijrah merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 622 M. Peristiwa ini menandai dimulainya era baru dalam penyebaran Islam. Rasulullah SAW dan para sahabatnya pindah dari Makkah ke Madinah untuk mencari tempat yang lebih aman untuk menyebarkan ajaran Islam. Peristiwa hijrah ini juga menjadi awal penetapan kalender Hijriah.

Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar As-Shidiq hijrah dari Makkah ke Madinah (dulu disebut Yatsrib). Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyahmenjelaskan, Nabi membawa rombongannya ke Bani Amr ibn Auf pada 12 Rabiul Awal malam Senin.

Hijrahnya Nabi Muhammad Saw. tidak hanya dilatarbelakangi keadaan Makkah yang semakin tidak aman untuk menyebarkan Islam. Namun, Allah Swt. telah memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk berhijrah ke Madinah. Dalam Surah An-Nisa ayat 100, Allah Swt. menjanjikan kemudahan rezeki hingga pahala bagi kaum muslimin yang berhijrah ke Madinah sebagai berikut:

“Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang banyak dan kelapangan [rezeki dan hidup]. Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal [sebelum sampai ke tempat tujuan], sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. An-Nisa [4]: 100).

Pembangunan Masjid Quba

Saat pertama kali tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendirikan Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah Islam. Pembangunan masjid ini memiliki makna yang sangat penting karena menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Islam pada masa itu.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Peristiwa wafatnya Rasulullah SAW juga terjadi pada bulan Rabiul Awal. Waktu ketika Rasulullah Saw. menutup usia ke-63 tahun pada 12 Rabiul Awal 632 Masehi. 12 bulan sebelum wafat, bersama ratusan ribu kaum Muslimin, Rasulullah melakukan Haji Wada (haji penghabisan). Di tengah-tengah penyelenggaraan ibadah haji, Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahan di Jabal Arafat. Belum selesai dalam khotbahnya, Allah Swt. menurunkan Surah Al-Maidah ayat 3 sebagai pertanda tidak lama lagi Rasulullah Saw. akan wafat:

“Diharamkan bagimu [memakan] bangkai, darah, daging babi, dan [daging] hewan yang disembelih bukan atas [nama] Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan [diharamkan pula] yang disembelih untuk berhala. Dan [diharamkan pula] mengundi nasib dengan azlam [anak panah], [karena] itu suatu perbuatan fasik.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” (QS. Al-Maidah [5]: 3).

Wafatnya Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi umat Islam, namun juga menjadi momen refleksi untuk terus melanjutkan perjuangan dan ajaran yang telah beliau sampaikan.

sumber : Himpuh

Tags:

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Wukuf di Arafah, Jutaan Jemaah Haji Bergerak ke Muzdalifah Lintasi Jalur Pejalan Kaki Terpanjang di Dunia

Saudi Beri Peringatan Keras Terhadap Indonesia Soal Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji

20 November 2023 32x Artikel, Info Haji

Pemerintah Arab Saudi telah memberikan warning atau peringatan keras terhadap Indonesia agar memastikan jemaah haji yang diberangkatkan dalam keadaan sehat. Peringatan itu diberikan setelah angka kematian jemaah haji Indonesia tercatat sangat tinggi, mencapai lebih dari 800 orang. “Ini menjadi warning dan perhatian dari Kementeria Kesehatan Arab Saudi,... selengkapnya

Samira Travel Memberangkatkan Jama'ah di Bulan Ramadhan

Samira Travel Memberangkatkan Jama’ah di Bulan Ramadhan

11 April 2023 26x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Samira Travel Memberangkatkan Jama’ah di Bulan Ramadhan, memberangkatkan jamaah umroh, yang langsung di lepas di bandara Soekarno Hatta Jakarta.dalam pemberangkatan ini, ada sebanyak 42 jamaah, yang di berangkatkan di tanggal 8 dan 9 April 2023. Samira Travel, memberangkatkan jamaah umroh, yang langsung di lepas di bandara Soekarno Hatta Jakarta. peser... selengkapnya

Samira Travel menempati posisi teratas

Samira Travel Menempati Posisi Teratas

21 May 2025 59x Artikel, Blog, Info Samira

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2024, jumlah jama’ah umroh dari Indonesia mencapai 1.437.635 orang. Samira Travel menempati posisi teratas dengan jumlah jama’ah terbanyak, yaitu 28.673 jama’ah. Data ini tercatat dalam Siskopatuh Kementerian Agama (Kemenag) sejak 1 Januari hingga 20 Desember 2024. Para jama’ah tersebut berangkat melalui 2.625 Penyeleng... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.