Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Hikmah Hujan Badai di Masjidil Haram Menurut Ustaz Yusuf Mansur

Hikmah Hujan Badai di Masjidil Haram Menurut Ustaz Yusuf Mansur, Hujan deras disertai petir melanda Masjidil Haram di Kota Suci Makkah pada Selasa (22/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga Rabu pukul 00.00 waktu Arab Saudi.

Dalam video yang beredar, jamaah yang berada di lokasi kejadian terlihat berlarian mencari tempat berlindung. Sejumlah benda juga terlihat berterbangan. Bahkan, derasnya hujan membuat mobil yang berada di sekitar kompleks Masjidil Haram tergenang banjir. Ustaz Yusuf Mansur memandang insiden tersebut adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT. Lewat peristiwa hujan deras di Masjidil Haram, Allah SWT mengingatkan hambanya untuk bersabar.

“Berkaitan dengan Makkah Al Mukaromah yang kena hujan petir, badai angin, sebenarnya peristiwa ini sudah banyak hal yang serupa tapi tak sama, seperti banjir, jatuhnya crane, dan itu semua tidak mencederai apa-apa dari Kota Suci Makkah, apalagi di Masjidil Haram posisinya. Itu karena kasih sayang Allah SWT,” kata Ustaz Yusuf Mansur dalam video Instagram, Rabu (23/8).

“Bala, musibah, bencana, semuanya, bila kita tetap positif, dia adalah kasih sayang Allah, di antaranya menjadikan kita orang-orang yang bersabar, bukan cuma yang di Makkah, tapi kita, siapa pun,” lanjutnya.

Ustaz Yusuf Mansur juga mengatakan kejadian ini bahkan dapat menjadi nilai ibadah bagi mereka yang menghadapi dengan prasangka baik terhadap Allah SWT.

Allah SWT juga akan membalas kesabaran hambanya dengan rahmat dan kabar gembira.

“Bukan berarti, kok kota suci bisa kena musibah? Ya itu bentuk kasih sayang Allah pada penduduk Makkah atau tamu yang datang. Ketakutannya, kecemasannya dibawa kepada Allah SWT, itu menjadi ibadah yang luar biasa,” jelasnya.

“Allah akan memberikan kabar gembira untuk orang-orang yang sabar,” pungkasnya.

“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9)
Allah Ta’ala juga berfirman dalam Al Qur’an bahwa hujan yang turun ke bumi sebagai rahmat yang diperlukan untuk seluruh makhluk.
 “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syura: 28).
Hujan memang bisa membawa berkah, namun ia juga bisa mendatangkan bencana. Agar terjauh dari bencana dan petaka dari hujan dan cuaca buruk serta selalu mendapat berkah darinya, ada baiknya umat Islam memanjatkan doa seperti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Selanjutnya, saat terjadi hujan deras dan angin kencang, kita dianjurkan untuk tidak mencelanya, dan berharap kepada Allah agar tidak menjadi bencana. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”
Lalu, ketika hujan turun, Rasulullah berdoa: “Allahumma sayyiban nafi’an” (Ya Allah, turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kegembiraan.)
Kemudian ada hal yang harus kita ketahui bahwa pada saat hujan adalah salah satu waktu yang pas untuk kita berdoa kepada Allah. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan bahwa, Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.”
Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika saat hujan turun, kita sebagai orang muslim memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur dan juga rasa nikmat kita kepada Yang Maha Kuasa. Wallahu a’lam bishowab.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Kemenag Ingatkan PIHK Tidak Nekat Berangkatkan Jemaah

Kemenag Ingatkan PIHK Tidak Nekat Berangkatkan Jemaah

13 September 2023 8x Artikel, Blog

Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk tidak nekat memberangkatkan jemaah untuk berhaji dengan visa non-haji. Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Mujib Roni mengaku merima informasi dari pihak Arab Saudi bahwa mereka yang berangkat dengan visa non-haji akan langsung masuk daftar cekal (tarhi... selengkapnya

Sejarah Jeddah Sebagai Pintu Masuk Jemaah Haji dan Umrah

Sejarah Jeddah Sebagai Pintu Masuk Jemaah Haji dan Umrah

12 February 2024 28x Artikel, Blog, Kabar Mekkah

Sejarah Jeddah Sebagai Pintu Masuk Jemaah Haji dan Umrah, Jeddah adalah kota bersejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan Islam. Terletak di wilayah Hijaz Tihamah, pantai Laut Merah, Jeddah kini merupakan kota terbesar kedua di Arab Saudi setelah ibu kota negara, Riyadh. Berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa, kota ini merupakan salah satu pusat kegiatan ek... selengkapnya

Doa yang di Ajarkan Imam al Ghazali Saat di Baitullah

Doa yang di Ajarkan Imam al Ghazali Saat di Baitullah

29 August 2023 32x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Rasulullah SAW ketika melewati Dar Ya’la beliau menghadap kiblat lalu berdoa. Dar Ya’la adalah suatu tempat dekat dengan Baitullah . Itu sebabnya Imam al-Ghazali dalam ” Ihya Ulumuddin ” menyebutkan bahwa termasuk adab yang harus dilakukan oleh orang yang haji atau umrah ketika sudah dekat dengan Baitullah hen... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.