Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Tips Menjaga Kebugaran Tubuh bagi Jemaah Lansia

Berdasarkan dari Rencana Perjalanan Haji (RPH) dari Kementerian Agama, jemaah haji tahun 2025M/1446H akan mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025. Penyelenggaraan haji tahun depan juga diprediksi masih bakal didominasi oleh jemaah lanjut usia (lansia).

Menurut Dosen Poltekkes Kemenkes Malang, dr. Endang Sari Dewi Hastuti.,MQIH  terdapat 3 kelompok kategori lansia pada penyelenggaraan haji. Kategori ini berdasarkan pada kondisi fisik, mental dan sosial lansia, serta tingkat kemandirian dan ketergantungan mereka terhadap lingkungan.

“Lansia dibedakan berdasarkan kondisi fisik, mental maupun sosial dan bagaimana seseorang apakah masih bisa mandiri atau bergantung kepada orang lain. Untuk Lansia Pra-Lanjut Usia (Pra-LU), yaitu lansia yang berusia antara 60-69 tahun. Lansia Lanjut Usia (LU), yaitu lansia yang berusia antara 70-79 tahun, dan untuk Lansia Lanjut Usia Akhir (LUA), yaitu lansia yang berusia 80 tahun ke atas,” kata dia.

Menurut data penyelenggaraan haji ditahun sebelumnya, terdapat beberapa macam penyakit yang sudah dikumpulkan yang diderita oleh calon jamaah haji diantaranya adalah hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, asma, bronkitis, dan penyakit paru.

Untuk itu, jemaah lansia diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke tanah suci. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mulai rutin melakukan olehraga fisik

Adapun berikut Tips Mempersiapkan Kebugaran bagi jemaah lansia yang hendak melaksanakan ibadah haji tahun ini:

Anjuran Kesehatan Umum Lansia Pra Keberangkatan

  1. Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima, perlu dipersiapkan dari jauh hari terutama untuk endurance (kebugaran fisik). Dalam pembinaan masa tunggu, kebugaran fisik akan ditingkatkan perlahan.
  2. Mengendalikan penyakit yang dimiliki dengan kontrol teratur setidaknya 3 tahun sebelum keberangkatan agar tidak jatuh pada kondisi bertambah parah atau masuk pada istitha’ah tidak memenuhi syarat.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan yang diminum selama masa tunggu, pemeriksaan menjelang keberangkatan.
  4. Mempertimbangkan pendampingan pada jamaah dengan risiko tinggi.
  5. mempersiapkan kondisi sebelum MCU agar mendapat hasil yang optimal karena penetapan istithaah berdasarkan aplikasi SISKOHATKES dari sekian banyak parameter MCU.
  6. Menjaga kesehatan fisik dan mental secara bersamaan.

Anjuran Kesehatan Umum Lansia Selama Berhaji:

  1. Mengkoordinasikan kondisi kesehatan kepada tempat embarkasi, dokter kloter maupun petugas PPIH jujur dengan kondisi kesehatan tidak ada yang ditutupi.
  2. Memenuhi seluruh persyaratan kesehatan sesuai nota diplomatik.
  3. Mengkonsultasikan obat-obatan yang didapat di Indonesia kepada tim kesehatan untuk penyesuaian dosis (bila perlu).
  4. Membawa obat dengan kemasan aslinya dengan jumlah cukup bagi jamaah yang memerlukan obat terus menerus.

Sumber : Himpuh

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

BPKH Ajak Masyarakat Daftar Haji Sejak Muda

BPKH Ajak Masyarakat Daftar Haji Sejak Muda

30 September 2024 18x Artikel, Blog, Info Haji, Info Samira, Tips Umroh

Dari tahun ke tahun antusias masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji semakin tinggi. Hal ini memicu mengularnya antrean haji reguler yang berkisar sampai sekitar 20 tahun bahkan lebih. Di tengah panjangnya antrean haji itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengajak masyarakat untuk daftar haji di usia muda. Supaya kondisi fisiknya tetap prima... selengkapnya

Haji 2023: Biaya Haji Jemaah 49,8 Juta, Lunas Tunda 2020 Tidak Perlu Nambah

Haji 2023: Biaya Haji Jemaah 49,8 Juta, Lunas Tunda 2020 Tidak Perlu Nambah

16 February 2023 21x Artikel, Info Haji, Info Samira

Jakarta (Kemenag) — Pemerintah dan DPR telah sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Angka ini terdiri atas dua komponen, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per Jemaah sebesar Rp4... selengkapnya

visit madinah

Saudi Luncurkan Aplikasi Visit Madinah

Selain berupaya menghadirkan fasilitas terbaik bagi jemaah yang berziarah ke masjid Nabawi, Arab Saudi juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata di Kota Suci Madinah. Pengembangan sektor pariwisata religi tersebut diharapkan mempu memberikan pengalaman ziarah yang tak terlupakan bagi jemaah muslim mancanegara.  Otoritas Pengembangan Wilayah Ma... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.