Tips Menjaga Kebugaran Tubuh bagi Jemaah Lansia
11 December 2024 84x Artikel, Blog, Info Saudi, Tips for travellers, Tips Umroh
Berdasarkan dari Rencana Perjalanan Haji (RPH) dari Kementerian Agama, jemaah haji tahun 2025M/1446H akan mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025. Penyelenggaraan haji tahun depan juga diprediksi masih bakal didominasi oleh jemaah lanjut usia (lansia).
Menurut Dosen Poltekkes Kemenkes Malang, dr. Endang Sari Dewi Hastuti.,MQIH terdapat 3 kelompok kategori lansia pada penyelenggaraan haji. Kategori ini berdasarkan pada kondisi fisik, mental dan sosial lansia, serta tingkat kemandirian dan ketergantungan mereka terhadap lingkungan.
“Lansia dibedakan berdasarkan kondisi fisik, mental maupun sosial dan bagaimana seseorang apakah masih bisa mandiri atau bergantung kepada orang lain. Untuk Lansia Pra-Lanjut Usia (Pra-LU), yaitu lansia yang berusia antara 60-69 tahun. Lansia Lanjut Usia (LU), yaitu lansia yang berusia antara 70-79 tahun, dan untuk Lansia Lanjut Usia Akhir (LUA), yaitu lansia yang berusia 80 tahun ke atas,” kata dia.
Menurut data penyelenggaraan haji ditahun sebelumnya, terdapat beberapa macam penyakit yang sudah dikumpulkan yang diderita oleh calon jamaah haji diantaranya adalah hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, asma, bronkitis, dan penyakit paru.
Untuk itu, jemaah lansia diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke tanah suci. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mulai rutin melakukan olehraga fisik
Adapun berikut Tips Mempersiapkan Kebugaran bagi jemaah lansia yang hendak melaksanakan ibadah haji tahun ini:
Anjuran Kesehatan Umum Lansia Pra Keberangkatan
- Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima, perlu dipersiapkan dari jauh hari terutama untuk endurance (kebugaran fisik). Dalam pembinaan masa tunggu, kebugaran fisik akan ditingkatkan perlahan.
- Mengendalikan penyakit yang dimiliki dengan kontrol teratur setidaknya 3 tahun sebelum keberangkatan agar tidak jatuh pada kondisi bertambah parah atau masuk pada istitha’ah tidak memenuhi syarat.
- Mengkonsumsi obat-obatan yang diminum selama masa tunggu, pemeriksaan menjelang keberangkatan.
- Mempertimbangkan pendampingan pada jamaah dengan risiko tinggi.
- mempersiapkan kondisi sebelum MCU agar mendapat hasil yang optimal karena penetapan istithaah berdasarkan aplikasi SISKOHATKES dari sekian banyak parameter MCU.
- Menjaga kesehatan fisik dan mental secara bersamaan.
Anjuran Kesehatan Umum Lansia Selama Berhaji:
- Mengkoordinasikan kondisi kesehatan kepada tempat embarkasi, dokter kloter maupun petugas PPIH jujur dengan kondisi kesehatan tidak ada yang ditutupi.
- Memenuhi seluruh persyaratan kesehatan sesuai nota diplomatik.
- Mengkonsultasikan obat-obatan yang didapat di Indonesia kepada tim kesehatan untuk penyesuaian dosis (bila perlu).
- Membawa obat dengan kemasan aslinya dengan jumlah cukup bagi jamaah yang memerlukan obat terus menerus.
Sumber : Himpuh
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Kemenag Sempurnakan Regulasi Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji
Kementerian Agama tengah menyusun Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Sertifikasi Pembimbing Manasik. Penyusunan KMA ini merupakan penyempurnaan Pedoman sertifikasi pembimbing manasik haji yang ditetapkan berdasarkan Kepdirjen Nomor : D/223/2015 dan Kepdirjen Nomor :D/127/2016. KMA ini dibahas bersama oleh para Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah ... selengkapnya
Denda Buang Sampah Sembarangan di Saudi?
Jangan asal buang sampah sembarangan kalau sedang berada di Arab Saudi! Pemerintah daerah di berbagai kota dan desa mulai mengaktifkan sistem pemantauan terhadap perilaku pembuangan sampah, termasuk dari dalam kendaraan. Dilansir dari Okaz, otoritas setempat telah memberlakukan denda mulai dari 200 hingga 1.000 riyal bagi pelanggar yang membuang sampah tidak... selengkapnya
Ingin Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji, Kemenag Lobi Saudi Agar Bandara Taif Bisa Digunakan Tahun 2024
Kementerian Agama (Kemenag) akan mengupayakan agar masa tinggal jemaah pada penyelenggaraan haji 1445 H/2023 M bisa dikurangi dari 42 hari menjadi 30-35 hari saja. Meski demikian, Kemenag mengakui hal tersebut tidak mudah, karena terbentur oleh aturan penerbangan di Arab Saudi sebagaimana tertuang dalam Ta’limatul Hajj. “Ketentuan Arab Saudi, neg... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8323-4776 -
Whatsapp
085283234776 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com

