Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Agar Tidak Memberatkan Jemaah, Pemerintah Buka Skema Pelunasan Biaya Haji Bisa Dicicil

Pemerintah dan DPR sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/2024 M Rp 93,4 juta per jemaah. Dari komposisi Rp93,4 juta tersebut, diketahui biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2024 yang harus dibayarkan jemaah haji adalah sebesar Rp 56.046.172 rata rata per jemaah atau sebesar 60 persen dari jumlah BPIH.

Sementara itu, biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji rata-rata Rp 37,3 juta per jemaah atau 40 persen dari BPIH. Melalui skema ini, penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar Rp8.200.040.638.567.

Dengan demikian rata-rata Bipih tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp6,2 juta dari tahun 2023 yakni dengan rata rata Bipih sebesar Rp49.812.700.

Agar dalam pelunasan biaya haji yang ditanggung jemaah Rp56 juta tidak terasa berat, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka skema cicilan pelunasan biaya haji.

Dengan skema cicilan biaya haji yang ditanggung jemaah, sehingga calom jemaah tidak harus membayar sekaligus biaya pelunasan haji dan kenaikan biaya haji tidak akan memberatkan jemaah ke depan.

“Oleh karena itu ke depan skema baru dalam pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji BPIH yaitu jemaah calon haji bisa melakukan pelunasan ongkos haji dengan cara menyicil atau angsuran, sehingga biaya haji yang harus dilunasi tidak terasa lebih banyak,” kata Menag Yaqut saat di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (27/11/2023).

Menag menjelaskan skema pencicilan dilakukan melalui virtual account (VA) Bank Penerima Setoran BPIH. Di mana dengan sistem top up, jadi calon jemaah haji dapat menyetorkan dana haji sesuai kemampuannya hingga penutupan pelunasan BPIH 1445H/2024M.

“Kayak kita nabung ke rekening masing-masing, jangka waktu sampai tanggal akhir pelunasan, nanti akan kita tentukan kapan dia harus selesai di situ. Ke rekening mereka masing-masing, mereka kan punya virtual account mereka, mereka serahkan ke rekeningnya sendiri-sendiri,” kata Menag.

Menag tidak memberikan nominal jumlah cicilan, yang penting calon jemaah haji dapat mencicil lunas hingga penutupan pelunasan biaya haji 2024.

“Sistem nya top up. tidak ada ketentuan, jadi tidak kayak tahun lalu atau sebelumnya yang sekali bayar harus lunas sekarang bisa top up relatif lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR R Ashabul Kahfi mengatakan bahwa penetapan BPIH ditetapkan lebih awal bertujuan untuk memberikan kesempatan calon jemaah dalam menyiapkan dana pelunasan dan termasuk cicilan haji 2024 mendatang.

Dia menambahkan bahwa dari Bipih sebesar Rp56 juta dan yang dibayarkan oleh jemaah hanya tinggal sekitar Rp28,6 juta. Sebab sebelumnya mereka telah melakukan setoran awal sebesar Rp25 juta. Kemudian dipotong dengan nilai manfaat yang didapatkan dari VA masing-masing sebesar Rp2 juta.

“Dipotong setoran awal, para jemaah ada yang bayar Rp25 juta atau Rp20 jadi berarti tinggal Rp31 juta kemudian dapat lagi VA itu sekitar Rp2 jutaan. Jadi para jemaah akan membayar nanti Rp28,6 juta. Itulah yang harus segera dibayarkan oleh para jemaah pasca penetapan BPIH hari ini,” katanya.

Sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Citra Kirana Dan Rezky Adhitya Umroh Bersama Samira Travel

Tips Memilih Agen Travel Umroh Terbaik

7 September 2022 155x Info Samira, Kabar Mekkah

Tips Memilih Agen Travel Umroh Terbaik – Setelah 2 tahun tidak ada pemberangkatan umroh dari Indonesia ke Arab Saudi karena pandemi COVID-19, mulai tahun 2022 ternyata Sahabat sudah bisa pergi ke Tanah Suci menggunakan travel umroh yang telah dipilih. Di Indonesia memang cukup banyak agen travel umroh yang menyediakan layanan umroh ke Tanah Suci, bahka... selengkapnya

WHO Peringatkan Potensi Penularan MERS-CoV

WHO Peringatkan Potensi Penularan MERS-CoV

14 May 2024 124x Blog, Info Haji, Kabar Mekkah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan untuk meningkatkan kewaspadaan potensi penularan penyakit MERS-CoV di Arab Saudi. Notifikasi ini disampaikan WHO menjelang musim haji 2024. WHO menyampaikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi (KSA) melaporkan adanya tiga kasus baru MERS-CoV di periode 10-17 April 2024. Satu di antara tiga pasien meninggal d... selengkapnya

BSI Luncurkan Tabungan Haji Berhadiah Umrah

19 August 2025 909x Artikel, Blog, Info Haji

 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah untuk mendorong optimalisasi dana murah sekaligus membantu masyarakat mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan potensi pasar Tabungan Haji di Indonesia sangat besar. Setiap tahun, Indonesia mengirim ... selengkapnya

Bank Permata Syariah

Bank Permata Syariah

Rekening Bank Permata PT Samira Ali Wisata

No rek : 1810717676 (IDR)

No rek : 1810827676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank BSI

Bank Syariah Indonesia

No rek : 1976076766 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Mandiri

Mandiri

Rekening Mandiri PT Samira Ali Wisata

Mandiri

No rek : 1660031767676 (IDR)

No rek : 1660064767676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Muamalat

Bank Muamalat

Bank Muamalat Samira Travel

No rek : 3290037676 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

WARNING

WARNING

WARNING

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.