Arab Saudi sudah siap menyambut 10 juta jemaah umrah dari berbagai belahan dunia pada musim umrah tahun 1445 H.
Saat ini, Arab Saudi telah membuka sistem pengajuan visa umrah, dan akan mulai menerima kedatangan jemaah pada 29 Juli 2023 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1445 H.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga telah menerbitkan izin operasional pelayanan umrah kepada 350 perusahaan pada musim 1445 H.
Kementerian akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perusahaan penyedia jasa layanan umrah tersebut, dan kinerja mereka akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali atau per kuartal.
Dilansir dari Saudigazette, ada beberapa kriteria yang digunakan Kementerian dalam menilai tingkat kinerja perusahaan antara lain: Pencapaian target minimal triwulanan menurut kategori klasifikasi masing-masing perusahaan. Tingkat kepuasan jamaah umrah atas layanan yang diberikan kepada mereka tidak boleh kurang dari 90 persen, serta kepatuhan perusahaan umrah terhadap kontrol dan instruksi tidak boleh kurang dari 90 persen.
Selain itu, pada akhir musim umrah, tingkat kinerja perusahaan akan dievaluasi berdasarkan angka yang sebenarnya dicapai sepanjang musim secara kumulatif.
Kementerian juga telah menekankan kepada semua perusahaan pentingnya mematuhi program waktu untuk kedatangan jamaah, dan juga untuk melakukan paket layanan yang disepakati dalam kontrak terkait dengan tempat tinggal, transportasi, katering dan layanan makanan di Makkah dan Madinah.
Selanjutnya, Kementerian mengatakan bahwa jemaah bisa mengajukan visa umrah melalui platform Nusuk, sebuah platform yang dapat memudahkan berbagai proses pemesanan layanan akomodasi selama berada di wilayah kerajaan.
Sejak awal tahun 1444 H, Arab Saudi telah mengizinkan semua jenis visa untuk menunaikan ibadah umrah. Di samping itu, otoritas Saudi juga telah memperpanjang masa berlaku visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari dan mengizinkan pemegangnya untuk memasuki seluruh wilayah kerajaan dari berbagai pintu, baik darat, udara maupun laut.
Sumber : HIMPUH
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
BI Akan Perluas Layanan QRIS ke Arab Saudi
Bank Indonesia (BI) berencana untuk memperluas jangkauan local currency transaction (LCT) atau transaksi dalam mata uang lokal ke berbagai negara, salah satunya Arab Saudi. Adapun transaksi LCT yang dimaksud yakni melalui QR Indonesian Standard (QRIS) dan BI Fast. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perluasan LCT ke Arab Saudi ini dilakukan seba... selengkapnya
Intip Paket Menu Takjil Buka Puasa di Masjidil Haram, Apa Saja Isinya?
Kaum muslimin yang melaksanakan umrah di bulan Ramadan akan merasakan kekhusyu’an ibadah yang lebih banyak dirasakan dari pada bulan-bulan selainnya. Selain juga merasakan kedermawanan warga Saudi yang berbagi untuk menu berbuka puasa atau sahur. Biasanya momen berbuka puasa di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi adalah hal yang paling dinantikan juga d... selengkapnya
Saudi Kenalkan Layanan Digital Keimigrasian Baru, Kini Tak Lagi Repot Urus Paspor Hilang
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah meluncurkan layanan elektronik baru untuk ekspatriat dan para pengunjung termasuk jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi digital kerajaan. Kehilangan atau pencurian paspor dan hilangnya iqama (izin tinggal) dapat dilaporkan ke Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) melalui portal Absher dan Muqeem. In... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com


Belum ada komentar