Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Masjidil Haram Miliki Sistem Pendingin Terbesar di Dunia

Cuaca di Arab Saudi dikenal cukup panas, tapi jemaah di Masjidil Haram takkan terlalu merasakan cuaca panas. Ya Arab Saudi memanfaatkan teknologi pendingin yang sangat canggih agar salat di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah suasananya tetap adem.

Saudi memasang fasilitas pendingin termasuk dua stasiun pendingin terbesar di dunia yang dipasang di Masjidil Haram untuk memastikan jemaah melakukan ritual mereka dalam suasana sejuk dan segar di dalam masjid.

Stasiun pendingin udara Masjidil Haram ini menjalani pemurnian sembilan kali sehari dan memanfaatkan sinar ultraviolet untuk sterilisasi sebelum dilepaskan ke dalam masjid, memastikan 100 persen udara bebas kuman.

Dilansir dari kangtor berita saudi SPA, Proses canggih tersebut dikelola oleh Badan Urusan Teknis, Operasional, Pemeliharaan, dan Pengelolaan Fasilitas di bawah Otoritas Umum Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sistem ini tidak hanya mendinginkan tetapi juga memurnikan udara di dalam masjid.

Proses penyaringan udara, yang memastikan kemurnian udara 100 persen, dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: memindahkan udara ke filter menggunakan kipas, menangkap polutan dan partikel, dan kemudian mendorong udara bersih kembali ke luar angkasa.

Dengan konsumsi energi pendingin yang mencapai 155.000 ton, sistem pendingin masjid ini termasuk yang terbesar di dunia. Sistem ini beroperasi melalui dua stasiun utama, Kudi dan Shamiya – stasiun terakhir merupakan stasiun terbesar di dunia, yang memproduksi 120.000 ton alat pendingin dan terletak 900 meter dari Masjidil Haram. Stasiun Ajyad menyumbangkan tambahan 35.000 ton pendingin dari jarak 500 meter.

Air berpendingin antara 4 hingga 5 derajat Celcius dialirkan melalui pipa-pipa dari stasiun-stasiun tersebut menuju Masjidil Haram, mengalami proses pertukaran panas di ruang mekanis sebelum udara segar dan dingin didistribusikan ke seluruh masjid. Badan tersebut telah meningkatkan unit penanganan udara dan penukar panas serta secara teratur mengganti filter pemurnian udara.

Pemurnian udara dilakukan dengan mengalirkan udara alami melalui filter di atap Masjidil Haram, yang menghalangi debu dan partikel kecil, diikuti dengan sterilisasi ultraviolet untuk menghilangkan bakteri dan kuman. Hal ini memastikan udara yang mencapai ruang salat masjid bebas dari kontaminan.

Administrasi Umum Operasi dan Pemeliharaan mengawasi sistem ini, mempekerjakan tim insinyur dan teknisi Saudi yang terampil.

Mereka mengatur suhu, menjaga tingkat kelembapan optimal, dan memastikan efisiensi operasional 24/7. Tim ini menyesuaikan keseimbangan udara berdasarkan jumlah dan kepadatan pengunjung, meningkatkan kenyamanan termal dan efisiensi energi sambil mematuhi standar teknis dan keselamatan yang ketat.

Sumber : berita saudi

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Tips Tetap Aman Menjalankan Umrah Saat Hujan Lebat

Tips Tetap Aman Menjalankan Umrah Saat Hujan Lebat

6 September 2024 80x Artikel, Blog, Info Samira, Kabar Mekkah, Tips Umroh

Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir mengalami cuaca ekstrem di beberapa wilayah khususnya di Kota Suci Makkah dan Madinah. Kondisi ini memicu terjadinya banjir, hujan es, dan angin kencang di beberapa titik. Dilansir dari pemberitaan gulfnews, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberikan tips pagi para peziarah yang hendak mengunjungi Masjidil Haram... selengkapnya

Mina Segera Resmikan 12 Tower Hunian untuk Akomodasi Jemaah Haji

Mina Segera Resmikan 12 Tower Hunian untuk Akomodasi Jemaah Haji

22 December 2023 86x Artikel, Info Haji, Kabar Mekkah

Mina Segera Resmikan 12 Tower Hunian untuk Akomodasi Jemaah Haji, Dua belas menara tempat tinggal di Mina Arab Saudi sedang dibangun dan akan siap untuk musim haji berikutnya, ini menandai langkah besar dalam meningkatkan fasilitas akomodasi bagi jamaah, kata penasihat Komite Nasional Haji dan Umrah, Saad Al Qurashi. Mina adalah sebuah lembah berjarak enam k... selengkapnya

Agar Tidak Memberatkan Jemaah Haji

Agar Tidak Memberatkan Jemaah, Pemerintah Buka Skema Pelunasan Biaya Haji Bisa Dicicil

28 November 2023 79x Artikel, Info Haji, Info Samira

Pemerintah dan DPR sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/2024 M Rp 93,4 juta per jemaah. Dari komposisi Rp93,4 juta tersebut, diketahui biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2024 yang harus dibayarkan jemaah haji adalah sebesar Rp 56.046.172 rata rata per jemaah atau sebesar 60 persen dari jumlah BPIH. Sementara itu, biaya yang bersumb... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.