Hilangnya Hajar Aswad, Salah Satu Peristiwa Kelam
9 October 2024 112x Artikel, Blog, Tips for travellers
Hajar Aswad atau Batu Hitam adalah salah satu elemen suci dari Ka’bah yang terletak di sudut timur. Umat muslim meyakini batu ini berasal dari surga dan merupakan bagian penting dalam ritual thawaf.
Namun, sejarahnya mencatat momen kelam ketika Hajar Aswad pernah hilang atau dicuri oleh kelompok Qarmatians pada tahun 930 Masehi. Qarmatians adalah sekte radikal yang berbasis di wilayah Bahrain saat ini. Kelompok ini memiliki ideologi yang bertentangan dengan mayoritas Muslim dan dikenal melakukan serangan brutal terhadap kota-kota suci Islam.
Pada tahun 930 M, Qarmatians, yang dipimpin oleh Abu Tahir al-Jannabi, melakukan serangan terhadap Mekkah selama musim haji. Mereka menyerang para jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji, menghancurkan sumur Zamzam, dan kemudian mencuri Hajar Aswad.
Abu Tahir al-Jannabi bahkan dengan penuh penghinaan menyatakan bahwa mereka akan menghancurkan Ka’bah dan menggagalkan ritual ibadah haji.
Setelah pencurian tersebut, Hajar Aswad dibawa ke basis utama Qarmatians di Bahrain. Batu suci itu tetap dalam penguasaan mereka selama lebih dari 20 tahun, membuat umat Muslim di seluruh dunia marah dan berduka. Tanpa keberadaan Hajar Aswad, ritual thawaf tidak dapat dilakukan secara sempurna sesuai dengan tradisi Islam.
Selama waktu ini, ada upaya dari banyak penguasa Muslim untuk menegosiasikan pengembalian Hajar Aswad, tetapi Qarmatians menuntut tebusan yang sangat tinggi. Beberapa laporan menyatakan bahwa mereka akhirnya mengembalikan Hajar Aswad setelah menerima pembayaran tebusan yang besar.
Setelah sekitar 22 tahun dalam penguasaan Qarmatians, Hajar Aswad akhirnya dikembalikan pada tahun 952 M. Namun, ketika batu tersebut dikembalikan, kondisinya tidak seperti semula. Batu itu telah pecah menjadi beberapa bagian kecil akibat perlakuan yang kasar selama pencurian.
Untuk memastikan batu tersebut tetap utuh, pecahan Hajar Aswad kemudian disatukan kembali menggunakan bingkai perak, yang sampai sekarang masih terlihat di Ka’bah.
Peristiwa hilangnya Hajar Aswad menunjukkan bagaimana Ka’bah dan elemen-elemennya memiliki arti spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Meskipun batu ini sempat hilang selama lebih dari dua dekade, hal itu tidak mengurangi kedalaman keyakinan umat Muslim terhadap pentingnya Ka’bah dan ritual yang melibatkannya. Hingga hari ini, umat Islam masih menghormati Hajar Aswad sebagai bagian integral dari ibadah mereka.
sumber : Himpuh
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Saudi Permudah Akses Obat untuk Jemaah
Otoritas Obat dan Makanan Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) resmi meluncurkan sistem digital untuk memudahkan jemaah umrah yang membutuhkan obat-obatan terkendali selama beribadah. Dikutip dari laman theislamicinformation, Melalui Controlled Drug System (CDS) di alamat cds.sfda.gov.sa, jemaah bisa mendaftar lebih awal untuk mendapatkan izi... selengkapnya
Etika yang Benar Ketika Meminum Air Zamzam
Pemerintah Saudi kembali menekankan pentingnya mematuhi rangkaian pedoman dan etika saat minum air Zamzam yang diberkahi di dua masjid paling suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kementerian Haji dan Umrah menyarankan para jamaah untuk merasa tenang, tidak terburu-buru dan mencari berkah saat minum Zamzam. “Zamzam adalah air yang diberkah... selengkapnya
Persiapan Saudi Umrah Musim Dingin
Di bawah bimbingan Penasihat Penjaga Dua Masjid Suci dan Gubernur Wilayah Makkah, Wakil Gubernur Wilayah Makkah Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz memimpin rapat Komite Haji Pusat di Makkah pada Selasa (12/11). Rapat Komite Haji ini juga dilakukan untuk meninjau pekerjaan yang sedang berlangsung dan upaya koordinasi antar lembaga, dengan fokus pada pers... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com


Belum ada komentar