Hotline 0852-8553-3176, 0821-2658-676
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Hilangnya Hajar Aswad, Salah Satu Peristiwa Kelam

Hajar Aswad atau Batu Hitam adalah salah satu elemen suci dari Ka’bah yang terletak di sudut timur. Umat muslim meyakini batu ini berasal dari surga dan merupakan bagian penting dalam ritual thawaf.

Namun, sejarahnya mencatat momen kelam ketika Hajar Aswad pernah hilang atau dicuri oleh kelompok Qarmatians pada tahun 930 Masehi. Qarmatians adalah sekte radikal yang berbasis di wilayah Bahrain saat ini. Kelompok ini memiliki ideologi yang bertentangan dengan mayoritas Muslim dan dikenal melakukan serangan brutal terhadap kota-kota suci Islam.

Pada tahun 930 M, Qarmatians, yang dipimpin oleh Abu Tahir al-Jannabi, melakukan serangan terhadap Mekkah selama musim haji. Mereka menyerang para jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji, menghancurkan sumur Zamzam, dan kemudian mencuri Hajar Aswad.

Abu Tahir al-Jannabi bahkan dengan penuh penghinaan menyatakan bahwa mereka akan menghancurkan Ka’bah dan menggagalkan ritual ibadah haji.

Setelah pencurian tersebut, Hajar Aswad dibawa ke basis utama Qarmatians di Bahrain. Batu suci itu tetap dalam penguasaan mereka selama lebih dari 20 tahun, membuat umat Muslim di seluruh dunia marah dan berduka. Tanpa keberadaan Hajar Aswad, ritual thawaf tidak dapat dilakukan secara sempurna sesuai dengan tradisi Islam.

Selama waktu ini, ada upaya dari banyak penguasa Muslim untuk menegosiasikan pengembalian Hajar Aswad, tetapi Qarmatians menuntut tebusan yang sangat tinggi. Beberapa laporan menyatakan bahwa mereka akhirnya mengembalikan Hajar Aswad setelah menerima pembayaran tebusan yang besar.

Setelah sekitar 22 tahun dalam penguasaan Qarmatians, Hajar Aswad akhirnya dikembalikan pada tahun 952 M. Namun, ketika batu tersebut dikembalikan, kondisinya tidak seperti semula. Batu itu telah pecah menjadi beberapa bagian kecil akibat perlakuan yang kasar selama pencurian.

Untuk memastikan batu tersebut tetap utuh, pecahan Hajar Aswad kemudian disatukan kembali menggunakan bingkai perak, yang sampai sekarang masih terlihat di Ka’bah.

Peristiwa hilangnya Hajar Aswad menunjukkan bagaimana Ka’bah dan elemen-elemennya memiliki arti spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Meskipun batu ini sempat hilang selama lebih dari dua dekade, hal itu tidak mengurangi kedalaman keyakinan umat Muslim terhadap pentingnya Ka’bah dan ritual yang melibatkannya. Hingga hari ini, umat Islam masih menghormati Hajar Aswad sebagai bagian integral dari ibadah mereka.

sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Tapak Tilas dan Kenangan Para Nabi pada Ritual Ibadah Haji

Tapak Tilas dan Kenangan Para Nabi pada Ritual Ibadah Haji

2 June 2023 162x Artikel, Blog, Kabar Mekkah, Tips Umroh

Dalam ibadah haji terdapat beberapa kegiatan yang erat hubungannya dengan mengenang kembali dan memerankan apa yang pernah dilakukan para nabi dan orang-orang shaleh di masa lalu. Ibadah Sa’i misalnya, yaitu berjalan kaki antara bukit Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali, menurut sebagian riwayat, hal seperti itu pernah dilakukan oleh Siti Haj... selengkapnya

Ibadah Umroh bersama DGi

Rukun Dan Tata Cara Umroh

18 October 2018 266x Artikel

Sebelum kita berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah umrah sebaiknya kita ketahui dahulu dan pelajari bagaimana tata cara umroh yang baik sehingga menjadikan ibadah kita bisa diterima oleh Allah s.w.t 1. Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, ... selengkapnya

Pentingnya Mempersiapkan Kesehatan Sebelum Pergi Haji

Kemenag : Pentingnya Mempersiapkan Kesehatan Sebelum Pergi Haji

17 February 2023 128x Artikel, Info Haji, Info Samira

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama meminta jemaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1444H/2023M ini mempersiapkan kesehatan fisiknya menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci. Demikian dikatakan Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat dałam sambutannya pada peresmian Asrama Haji Transit Provinsi Ka... selengkapnya

Bank Permata Syariah

Bank Permata Syariah

Rekening Bank Permata PT Samira Ali Wisata

No rek : 1810717676 (IDR)

No rek : 1810827676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank BSI

Bank Syariah Indonesia

No rek : 1976076766 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Mandiri

Mandiri

Rekening Mandiri PT Samira Ali Wisata

Mandiri

No rek : 1660031767676 (IDR)

No rek : 1660064767676 (USD)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

Bank Muamalat

Bank Muamalat

Bank Muamalat Samira Travel

No rek : 3290037676 (IDR)

Atas nama: PT Samira Ali Wisata

WARNING

WARNING

WARNING

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.