Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Kisah Keperkasaan Burung Ababil

Sebagai umat Muslim kita pasti sudah tidak asing lagi dengan burung ababil. Ini merupakan salah satu hewan bersejarah dalam Islam yang ada dalam peristiwa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad SAW, yakni momen hancurnya pasukan gajah yang hendak menyerang Ka’bah.

Kisah Burung Ababil dalam Al-Qur’an terdapat dalam surah Al Fiil ayat 3-5. 

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٣ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ “

Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS Al Fiil ayat 3-5).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa burung ababil adalah pasukan yang khusus diciptakan oleh Allah SWT untuk mengalahkan rombongan pasukan gajah dari Yaman yang berniat menghancurkan Ka’bah.

Kisah kekuasaan Allah ini Berawal ketika penyerbuan tentara gajah yang dipimpin oleh panglima Abrahah dari Yaman untuk menundukkan penduduk Mekah serta meruntuhkan Ka’bah.

Mengutip buku Telaga Cinta Rasulullah oleh Fuad Bawazir, alasan pasukan ini ingin menghancurkan Ka’bah yaitu karena iri dengan kemajuan masyarakat Mekah yang disebabkan adanya bangunan Ka’bah. Keberadaan Ka’bah di Mekah membuat kota ini selalu ramai dikunjungi peziarah dan menyaingi kepopuleran kuil yang dibangun Abrahah di kawasan Yaman.

Menurut tafsir dari Qur’an Kemenag, pasukan gajah bergerak menuju Ka’bah dengan membawa beberapa ekor gajah untuk menakut-nakuti. Namun, rencana pasukan gajah tersebut gagal total saat ada sekumpulan burung yang menyerang mereka secara tiba-tiba. Burung itulah yang kemudian dikenal dengan burung ababil.

Burung Ababil yang dikirim Allah itu datang dalam jumlah besar. Masing-masing burung ababil membawa batu kecil yang bernama Sijjil dengan paruhnya. Kemudian, batu-batu kecil tersebut dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah.

Hasilnya bukan hanya luka-luka, tetapi pasukan Abrahah dan gajah-gajahnya menjadi hancur dan lumat selumat-lumatnya, laksana rumput yang dikunyah sapi. Daging dan tulang mereka bertebaran ke mana-mana, tak ada seorang pun dari pasukan tersebut yang luput dari maut.

Munculnya burung ababil di saat penyerangan pasukan Abrahah terhadap Ka’bah merupakan salah satu bentuk kebesaran dan kekuasaan Allah. Dan itu mengajarkan kepada umat Muslim untuk tidak sepantasnya iri dan berusaha menjatuhkan orang lain. Sebab, perasaan seperti itu akan diganjar dengan dosa dan azab dari Allah sebagaimana yang dialami pasukan Abrahah melalui burung ababil.

Apa itu Burung Ababil?

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, menurut riwayat dengan sanad sahih, burung Ababil yang menjadi pasukan Allah SWT tersebut muncul dari laut dengan gesit seperti burung walet. Paruh dan kedua cakarnya berwarna hitam.

Burung tersebut diutus Allah SWT untuk menghancurkan tentara bergajah. Setiap ekor burung membawa tiga buah batu, satu batu terletak pada paruhnya, dan dua lainnya dalam cengkeraman kakinya.

Burung-burung tersebut datang bersaf-saf. Mereka mengeluarkan suara dan menjatuhkan batu-batu yang ada di paruh dan kaki mereka. Setiap orang yang tertimpa batu itu akan binasa.

“Tiada sebuah batu pun yang menimpa kepala seseorang dari mereka melainkan tembus sampai ke duburnya dan sekali-sekali batu itu mengenai sesuatu dari subuh seseorang dari mereka melainkan tembus ke bagian bawahnya,” jelas Ibnu Katsir dalam kitab tafsir-nya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Allah SWT menggambarkan kekalahan tentara bergajah atas pasukan burung ababil seperti daun-daun yang dimakan ulat. Sebagaimana firman-Nya,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ ٥

“Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS Al Fiil: 5)

Ibnu Katsir menjelaskan, maksudnya ayat tersebut adalah Allah SWT membinasakan dan menghancurkan mereka serta menjadikan mereka ‘senjata makan tuan’.

Disebutkan dalam Sirah Nabawiyah karya Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, pasukan bergajah tersebut berada di bawah pimpinan Abrahah bin Shabah, seorang Gubernur Jenderal Najasyi Habasyah di Yaman. Mereka datang ke Makkah untuk menghancurkan Ka’bah namun Allah SWT menggagalkan rencananya dengan mengutus burung ababil.

Arti Burung Ababil

Mengutip dari sumber buku yang sama, para ulama mengartikan burung ababil sebagai berikut:

Ibnu Hisyam mengatakan, “Al-ababil berarti kawanan, dan masyarakat Arab tidak menggunakan kata itu dalam bentuk mufrad (tunggal)”.

Ibnu ‘Abbas dan adh-Dhahhak mengatakan, “Ababil berarti sebagian mengikuti sebagian lainnya.”

Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah mengatakan, “Ababil berarti sangat banyak.”

Mujahid mengatakan, “Ababil berarti sekumpulan yang saling mengikuti dan berkumpul.” Ibnu Zaid mengatakan, “Al-ababil berarti yang berbeda-beda, yang datang dari semua penjuru.

Tags:

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Raja Salman Angkat Sheikh Al-Sudais dan Tawfiq F Al-Rabiah Jadi Ketua

Raja Salman Angkat Sheikh Al-Sudais dan Tawfiq F Al-Rabiah Jadi Ketua di Dua Lembaga Baru Dua Masjid Suci

13 August 2023 4x Artikel, Info Samira, Tips Umroh

Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz baru saja membentuk dua lembaga baru di Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi). Jika sebelumnya pengelolaan Dua Masjid Suci berada di bawah kendali Kepresidenan Umum, kini Dua Masjid Suci akan dikelola oleh dua lembaga berbeda, yaitu Kepresidenan Urusan Agama dan Otoritas Umum. Raja Salman telah.... selengkapnya

Kuota Haji 2024 Tambahan 20Ribu Untuk Indonesia

Kuota Haji 2024 Tambahan 20Ribu Untuk Indonesia

23 October 2023 5x Artikel, Blog, Info Haji, Info Samira, Tips Umroh

Kuota Haji 2024 Tambahan 20Ribu Untuk Indonesia, Jakarta – Indonesia mendapat tambahan 20.000 kuota haji untuk tahun 2024 dari pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud. Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN-GCC di Riyadh pada Jumat, Presiden Joko... selengkapnya

Tekad Kuat Jamaah Asal Jember dengan Keterbatasan

Tekad Kuat Jamaah Asal Jember dengan Keterbatasan

10 November 2022 5x Info Samira, Tips Umroh

Tekad Kuat Ibu Muayatur Jamaah asal Jember ke Baitullah, Walau dengan Keterbatasan [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=XlvSE0YJxXY[/embedyt] selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.