Miqat Pengertiannya dan Langkah-langkahnya
3 August 2023 138x Artikel, Blog, Info Samira, Tips Umroh
Miqat berasal dari bahasa Arab yang berarti menetapkan waktu atau menentukan batas. Miqat dalam ibadah haji dan umrah adalah waktu-waktu yang dianggap sah melakukan ibadah haji dan tempat-tempat untuk memulai ihram haji dan umrah. Dalam perjalanan spiritual haji dan umrah ke tempat paling suci di bumi, ada Miqat (batas-batas Islam yang ditentukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi para peziarah untuk memasuki Ihram dari), baik melalui titik darat atau sejajar dengan Miqat ketika tiba melalui udara.
Yalamlam
Yalamlam adalah miqat untuk orang-orang Yaman, dan untuk semua orang yang melewati jalan itu. Yalamlam disebut dengan ini karena menisbatkannya dengan gunung Yalamlam yang berjarak sekitar 130 km dari Makkah al-Mukarramah. (Catatan: Peta hanya untuk tujuan ilustrasi. Harap dicatat bahwa maskapai penerbangan Anda mungkin mengambil rute yang berbeda dari yang disorot di peta.)
Langkah-langkah
-
Mandi dan memakai wangi-wangian, kemudian bagi laki-laki mengganti pakaiannya dengan pakaian ihram, dan perempuan pakaian ihramnya adalah pakaiannya yang biasa.
-
Memasuki nusuk (ritual ibadah umrah) dan seraya membaca Talbiyah: “اللهم لبيك عمرة” أو “لبيك عمرة”. “Ya Allah, aku sambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah” atau “Aku sambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah”.
-
Mulai membaca talbiyah, seperti yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW: “Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu, Ku sambut panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, ku sambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala jenis puji dan nikmat hanyalah untuk-Mu dan kekuasaan, tidak ada sekutu bagi-Mu”. Dan penunai umrah terus membaca Talbiyah sampai tiba di Ka’bah yang mulia.
-
Larangan-larangan Ihram bagi laki-laki dan perempuan: bersetubuh, akad nikah, membunuh binatang buruan, mencukur rambut kepala dan memotong kuku, menggunakan wangi-wangian dan parfum. Dan larangan-larangan Ihram khusus bagi laki-laki: menutup kepala, mengenakan pakaian yang berjahit. Larangan-larangan Ihram untuk wanita secara khusus: memakai niqab dan memakai sarung tangan.
-
Diperbolehkan bagi seorang Muhrim untuk: mandi, memakai kacamata, cincin dan jam tangan, membalut tempat luka, memakai ikat pinggang, tas selempang, memakai sandal, dan membawa payung.
-
Seorang yang muhrim hendaknya memiliki perilaku yang baik dalam bertutur kata dan berbuat, meninggalkan kontroversi, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya, dan mengikuti instruksi dari otoritas pengatur (Tour Leader/ Muttowif).
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Manasik Haji di Mercure Batavia Jakarta Hari ke 3
Samiratravel.co.id – Samira Travel, Jakarta, Memberangkatkan 48 Calon Jama’ah Haji (Calhaj) furoda, dari Hotel Mercure Jakarta Batavia pada hari ke 3 – Aska, Jum’at (24/6/2023). Pengarahan Kesehatan Untuk Jamaah Haji bersama Dr. Dina Karmila, tips penting nya menjaga kesehatan pada saat berhaji. Itinerary Haji bersama Ummi Dini Lukitasari, Pe... selengkapnya
Menu Haji 2025 Tetap Pertahankan Citarasa Nusantara
Menu Haji 2025, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menggelar evaluasi pelayan katering jemaah haji di Arab Saudi 1445 H/2024 M. Rapat mengevaluasi menu makanan sekaligus meningkatkan cita rasa nusantara dan bahan baku Indonesia. Evaluasi juga mencakup variasi menu, siklus menu, serta gizi makanan yang akan dikonsumsi jemaah haji. Hadir, Dire... selengkapnya
Madinah dilanda Banjir Badang, Tingginya Curah Hujan di Saudi
Rekaman yang beredar di media sosial termasuk dilaporkan Sky News menunjukkan banjir bandang pada Senin (29/4) di Provinsi Al-Ula dan Madinah, termasuk Masjid Nabawi, tempat paling suci kedua bagi umat Islam dan tempat pemakaman Nabi Muhammad SAW. Post Views: 727 selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0852-8553-3176, 0821-2658-676 -
Whatsapp
08212658676 -
Email
samira.aliwisata76@gmail.com


Belum ada komentar