Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Sambut Musim Haji 2025, Himpuh Gelar Beauty Contest

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) sudah mulai melaksanakan berbagai program persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M.

Salah satu program penting pada fase persiapan haji adalah Beauty Contest. Tahun ini HIMPUH menghadirkan tiga syarikah penyedia layanan haji terbesar Arab Saudi, yaitu Mashariq, Dhuyuf Al-Bait serta Rawaf Mina-Nozoly pada program Beauty Contest tersebut.

Masing-masing syarikah mengikuti Beauty Contest secara terpisah. Rawaf Mina-Nozoly menjadi yang pertama, yang telah dilaksanakan pada Kamis, 19 September lalu di St. Ragis Hotel Jakarta. Kemudian dilanjutkan Dhuyuf Al-Baits yang juga telah berlangsung pada Kamis, 26 September kemarin di Raffles Hotel Jakarta. Sementara Mashariq rencananya baru akan dilaksanakan pada 7 Oktober mendatang.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Himpuh Bidang Haji, Walied Jafar menyampaikan bahwa program ini bisa dimanfaatkan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Anggota HIMPUH untuk mempertimbangkan syarikah serta paket layanan apa yang akan mereka gunakan.

“HIMPUH memberi kebebasan sepenuhnya kepada anggota untuk memilih syarikah dan paket layanan apa yang mereka inginkan. Rawaf Mina-Nozoly hanya menyediakan satu jenis paket, sementara Dhuyuf Al-Bait menyiapkan 4 paket. Adapun Mashariq baru akan kita ketahui 7 Oktober mendatang,” ujar Walied pada Kamis (26/9/2024) di Jakarta.

Walied berharap sebelum tanggal 23 Oktober PIHK Anggota HIMPUH sudah selesai menentukan syarikah, memilih paket layanan masyair, menyerahkan estimasi jumlah jemaah, serta sudah menyiapkan dana untuk pembayaran zona. Sebab berdasarkan timeline HIMPUH, 23 Oktober merupakan tanggal dimana  dilakukan kontrak dengan syarikah layanan dan penentuan lokasi penetapan di masyair.

“3-4 Oktober itu akan mulai dilakukan aktivasi user E-Hajj. Bila kita sudah siap semua nya, maka kita akan meminta Kemenag melalui Kantor Urusan Haji (KUH) memblok zona Masyair,” tandas Walied. 

Berbeda dari ketentuan sebelumnya yang hanya 1500 jemaah per User, Walied menyebut tahun depan satu User E-Hajj minimal digunakan untuk 2000 jemaah.

Menurut Walied, HIMPUH akan tetap menggunakan skema yang sama seperti tahun lalu, yaitu satu user satu paket satu syarikah dan satu zona.

“Karena menurut Tim Haji, skema yang lalu sudah berjalan lebih nyaman. Tentu kita tidak mengabaikan berbagai evaluasi yang ada,” ungkap Walied.

“Alhamdulillah bisa dibilang berdasarkan haji tahun lalu HIMPUH paling tertib, maka dari itu kita coba memperispakan agar haji tahun 2025 lebih tertib lagi. Kita musti lebih siap dari tahun sebelumnya,” pungkas Walied.

sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Catat! Tahun Depan Jemaah Haji Wajib Bawa Medical Record Masing-masing

Catat! Tahun Depan Jemaah Haji Wajib Bawa Medical Record Masing-masing

5 September 2023 17x Artikel, Blog, Info Haji, Info Samira, Tips Umroh

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief menyebut bahwa tahun depan setiap jemaah haji wajib membawa medical record (riwayat medis) masing-masing. “Pertemuan saya dengan Wakil Menteri Haji Arab Saudi sebelum saya pulang ke Indonesia, saya diingatkan betul oleh beliau bahwa untuk tahun depan seluruh jemaah haji Indone... selengkapnya

Pesona Sejarah dan Ibadah di Masjid Quba

Pesona Sejarah dan Ibadah di Masjid Quba

28 August 2023 27x Artikel, Blog, Kabar Mekkah, Tips Umroh

Pesona Sejarah dan Ibadah di Masjid Quba, Madinah merupakan kota yang dirindukan banyak insan. Kota ini memiliki berbagai keutamaan dan keistimewaan serta menjadi tujuan singgah peziarah dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Terlebih pada setiap musim haji. Khusus bagi jemaah haji Indonesia, selama di Madinah mereka akan melaksanakan salat be... selengkapnya

Lakukan Shalat atau Thawaf Dulu saat Berada di Masjidil Haram?

Lakukan Shalat atau Thawaf Dulu saat Berada di Masjidil Haram?

Mengunjungi Makkah sebagai kota suci umat Islam menjadi impian setiap Muslim. Saat berada di Masjidil Haram, ada yang mengutamakan melakukan shalat, dan ada juga ada yang melakukan thawaf. Lebih utama manakah antara shalat atau thawaf? Dilansir dari laman bincangsyariah, Menurut Syekh Abu Bakar Syatha dalam I‘anatut Thalibin, ulama berbeda pendap... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.