Hotline 0852-8323-4776
Informasi lebih lanjut?
Home » Artikel » Ongkos Haji Semakin Mahal, Begini Tips Mempersiapkan Biaya Haji sejak Dini

Ongkos Haji Semakin Mahal, Begini Tips Mempersiapkan Biaya Haji sejak Dini, Selain menuntut kemampuan fisik dalam pelaksanaannya, ibadah haji juga menuntut kemampuan finansial bagi orang yang hendak menjalaninya. Alasannya tentu saja karena perjalanan melaksanakan ibadah haji tidaklah murah, banyak biaya yang harus dikeluarkan mulai dari biaya penerbangan, penginapan, transportasi, visa, makanan dll.

Apalagi ongkos haji cenderung naik setiap tahunnya. Tahun 2024 ini saja Pemerintah dan DPR telah resmi memutuskan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH itu sebesar Rp93,4. Meskipun jemaah hanya diharuskan membayar Rp56 juta saja atau sekitar 60% – karena sisanya disubsidi dari nilai manfaat yang dikelola BPKH – tetap saja hal tersebut masih terkesan mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain membutuhkan kekuatan finansial yang memadai, haji juga membutuhkan kesabaran karena berdasarkan data terbaru Kementerian Agama daftar antrean haji kini semakin panjang dan mengular yang berkisar antara 11-47 tahun

Karenanya menjadi penting bagi kita yang sebagi Umat Muslim yang hendak melaksanakan ibadah haji untuk merencanakan perjalanan biayanya sedini mungkin bahkan sejak masih muda jika perlu. Lalu bagaimana caranya merencanakan ibadah haji sedini mungkin dengan efisien agar ibadah haji ini dapat disediakan dengan baik dan tidak berbenturan dengan kebutuhan lainnya, maka ada beberapa hal yang diperlukan.

1. Menabung Sesegera Mungkin

Menurut Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho setiap jemaah harus mengantongi dana Rp25 juta untuk mendaftar haji. Setelah mendaftar pun, jemaah perlu menunggu antrean berangkat dengan rata-rata 31-32 tahun.

Oleh karena itu, jemaah harus sesegera mungkin menabung untuk mengumpulkan biaya pendaftaran Rp25 juta.

“Kita harus mengumpulkan Rp25 juta. Dimulainya sejak sudah punya niat berangkat Haji, makanya kumpulin dari sekarang,” kata Andi.

2. Menabung Sesuai Kemampuan

Andi mengatakan untuk mengumpulkan Rp25 juta pertama, jemaah bisa menabung sesuai kemampuan. Ia mencontohkan jemaah bisa menabung Rp500 ribu per bulan.

Artinya, untuk mencapai Rp25 juta membutuhkan waktu 50 bulan atau dua tahun lebih. Jika dana itu sudah terkumpul, maka tabungan selanjutnya bisa mulai diringankan.

Sebab, jangka waktu tunggu untuk berangkat haji rata-rata 31-32 tahun. Namun, Andi mengingatkan jemaah untuk tetap disiplin menabung meski jangka waktunya panjang.

“Beberapa waktu lalu banyak berita jemaah gagal berangkat karena ketika dipanggil namun tidak bisa melunasi Rp25 juta sisanya tadi. Kan sayang sekali sudah menunggu lama enggak jadi berangkat karena enggak bisa melunasi,” kata Andi.

3. Antisipasi Kenaikan Biaya

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo mengatakan jemaah juga perlu mengantisipasi kenaikan biaya Haji. Antisipasi itu bisa dilakukan dengan memperkirakan perhitungan dengan memasukkan elemen inflasi.

Ia menyebut kenaikan biaya haji adalah sekitar 5,34 persen per tahun.

“Dengan demikian apabila rencana haji baru akan dilaksanakan sekitar 15 tahun kemudian, maka biaya haji yang awalnya sekitar Rp49,8 juta dapat meningkat menjadi Rp108,675 jutaan,” kata Budi.

4. Sempatkan Berinvestasi

Selain menabung, jemaah juga ada baiknya melakukan perencanaan dana untuk ibadah haji ini dengan melakukan investasi reguler.

Menurut Budi pilihan investasi pun bisa disesuaikan dengan kaidah-kaidah syariah. Apalagi, jemaah punya jangka waktu panjang untuk melunasi sisa biaya Haji atau waktu berangkat.

“Agar tujuan dapat dengan lebih mudah diraih dan mengatasi kenaikan biaya ibadah. Pilih investasi yang sesuai dengan kaidah-kaidah syariah,” katanya.

Budi mengatakan jemaah juga perlu menyiapkan dana lainnya saat melaksanakan ibadah Haji. Jemaah harus memperkirakan kebutuhan dana biaya ibadah haji yang tidak hanya mencakup biaya tiket, penginapan, akomodasi, manasik yang sudah termasuk dalam Bipih.

Jemaah juga perlu memperhatikan biaya lain seperti pembuatan paspor, uang saku, hingga asuransi.

“Memperkirakan dana lainnya yang diperlukan seperti biaya pembuatan paspor, biaya vaksin, biaya perlengkapan haji serta biaya-biaya lainnya termasuk bekal uang saku selama ibadah, uang untuk keluarga di tanah air, asuransi perjalanan dan sebagainya,” ucap Budi.

sumber : Himpuh

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Temui Arsitek Kenamaan, Emir Madinah Segera Mulai Proyek Perluasan Masjid Quba

Temui Arsitek Ternama, Emir Madinah Segera Mulai Proyek Perluasan Masjid Quba

24 November 2023 4x Artikel, Kabar Mekkah

Temui Arsitek Kenamaan, Emir Madinah Segera Mulai Proyek Perluasan Masjid Quba, Pada April tahun 2022 lalu Perdana Menteri Arab Saudi sekaligus Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan proyek Raja Salman untuk memperluas Masjid Quba di Madinah. Proyek ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah. Proyek perluasan Masjid Quba dan pengembangan kawasan ... selengkapnya

Syarat Hewan Kurban

Syarat Hewan Kurban selama Wabah PMK sesuai Fatwa MUI, Ini Kriteria Hewan yang Sah dan Tidak Sah Disembelih

21 June 2022 5x Artikel, Blog, Qurban

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menrbitkan fatwa tentang kriteria dan syarat hewan kurban selama wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Syarat hewan kurban selama wabah PMK tersebut tertuang dalam fatwa MUI Nomor 32 tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dibacakan oleh Ketua MUI..... selengkapnya

Saudi Umumkan Pembukaan Pendaftaran Haji 2024 Melalui Aplikasi Nusuk

Saudi Umumkan Pembukaan Pendaftaran Haji 2024 Melalui Aplikasi Nusuk

26 December 2023 9x Artikel, Info Samira, Kabar Mekkah

Saudi Umumkan Pembukaan Pendaftaran Haji 2024 Melalui Aplikasi Nusuk, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pembukaan pendaftaran resmi jemaah haji 2024. Jemaah haji dari benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oceania dapat mengajukan ibadah haji melalui aplikasi Nusuk Haji. Informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran dapat diperoleh di web... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.